MALANG KOTA, RADAR MALANG – Jurusan Kedokteran selalu menjadi yang pertama disebut ketika membahas bidang kesehatan. Alhasil, jurusan tersebut selalu memiliki banyak peminat setiap tahunnya.
Faktanya, ada jurusan kesehatan lain yang tidak kalah menjanjikan dari segi kualitas pendidikan dan prospek kerja ke depannya. Berikut penjelasan lengkap mengenai sejumlah jurusan kesehatan tersebut.
-
Jurusan Teknik Biomedik
Teknik Biomedik adalah studi interdisipliner yang menyatukan ilmu kedokteran dengan teknik dan sains. Di jurusan ini mahasiswa akan mempelajari tentang elektronika, mekanika, ilmu komputer, ilmu biologi, dan fisiologi.
Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan solusi teknologi yang dapat memperbaiki kualitas diagnosis, pengobatan, dan pelayanan kesehatan.
Lulusan Teknik Biomedik memiliki peluang karier yang luas, seperti menjadi biomedical engineer, clinical engineer, quality control alat medis, dan application specialist. Untuk besaran gaji, seorang biomedical engineer saja bisa sekitar Rp6–10 juta per bulan.
Baca Juga: 10 Jurusan Keperawatan Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025, UI Peringkat Pertama
-
Jurusan Radiologi
Radiologi merupakan bidang ilmu kedokteran yang berfokus pada pemindaian dan diagnosis bagian dalam tubuh manusia dengan memanfaatkan radiasi gelombang.
Mahasiswa akan mempelajari alat-alat diagnostik sekaligus memahami prinsip keselamatannya. Jurusan Radiologi dapat ditemukan di Universitas Airlangga, Politeknik Kesehatan Jakarta II, dan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.
Setelah lulus, pekerjaan yang bisa digeluti adalah radiografer, terapis radiasi, dan teknisi pencitraan medis. Besaran gaji yang didapat berkisar Rp3–10 juta per bulan dan dapat meningkat seiring pengalaman.
-
Jurusan Fisioterapi
Fisioterapi adalah bidang studi yang mempelajari metode penyembuhan bagian tubuh yang mengalami masalah dengan gerak. Ilmu anatomi, fisiologi, kinesiologi, sistem saraf, dan aspek lain yang terkait dengan fungsi tubuh manusia akan Anda pelajari jika memilih jurusan ini.
Karier yang bisa ditempuh adalah fisioterapis di rumah sakit, fisioterapis di klinik rehabilitasi, dan fisioterapis di bidang olahraga dan kebugaran yang mengurus atlet atau klien di pusat kebugaran.
Besaran gaji yang didapat berkisar Rp4–10 juta per bulan, bahkan apabila menjadi fisioterapis olahraga profesional, penghasilan yang didapat bisa berkisar Rp12–18 juta per bulan.
-
Jurusan Analis Kesehatan
Analis kesehatan merupakan program studi yang mencetak lulusan seorang ahli teknologi laboratorium medik yang berketerampilan tinggi.
Mahasiswa di jurusan ini akan mempelajari cara pemeriksaan, penetapan, pengukuran, dan pengujian terhadap cairan atau jaringan tubuh untuk menentukan jenis dan penyebab penyakit. Selain itu, pemeriksaan mikrobiologi, hematologi, parasitologi, imunologi hingga kimia klinik juga akan dipelajari.
Anda bisa menjadi seorang analis kesehatan yang bekerja di rumah sakit, industri farmasi, dan lembaga penelitian, dengan besaran penghasilan berkisar Rp7–12 juta per bulan.
Baca Juga: Calon Mahasiswa Wajib Tahu! 5 Jurusan Matematika Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025
-
Jurusan Okupasi
Terapi Okupasi ditujukan untuk mendampingi individu agar bisa melaksanakan aktivitas harian secara mandiri melalui pendekatan yang berfokus pada aktivitas fungsional. Bidang ini meliputi rehabilitasi fisik, mental, dan sosial untuk pasien stroke, anak-anak dengan kebutuhan khusus, lansia, dan individu dengan masalah kesehatan mental.
Peluang karier yang bisa ditempuh cukup luas, yaitu terapis operasi rumah sakit, terapis okupasi klinik rehabilitasi, terapis okupasi rumah sakit hingga terapis okupasi layanan kesehatan. Besaran penghasilan yang diperoleh berkisar Rp5–6 juta per bulan.
Itulah lima jurusan di bidang kesehatan yang tidak kalah menjanjikan dengan luasnya prospek kerja dan besaran gaji yang cukup tinggi. Ternyata bidang kesehatan tidak selalu tentang kedokteran, farmasi, dan keperawatan, tetapi juga mencakup berbagai ilmu disiplin lain. Jadi, adakah yang menarik perhatian Anda?
Editor : Aditya Novrian