KALIMANTAN TIMUR, RADAR MALANG - Program Digitalisasi Pembelajaran yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan dampak positif. Program ini khususnya dirasakan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) di seluruh Indonesia.
Melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID), proses belajar mengajar menjadi lebih menarik, interaktif, dan efektif. Manfaat program ini turut dirasakan oleh sekolah-sekolah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Baca Juga: Investasi SDM Jangka Panjang, Mengenal Lebih Dekat Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) per 17 Februari 2026, alokasi IFP untuk jenjang SD mencapai 149.268 satuan pendidikan. Pengiriman perangkat tersebut telah terealisasi 100 persen ke seluruh sekolah penerima.
Selain IFP, dukungan perangkat pendukung seperti laptop, media penyimpanan, dan internet juga terus diperkuat. Intervensi listrik turut dilakukan guna memastikan pemanfaatan teknologi berjalan optimal di sekolah-sekolah, termasuk yang berada di wilayah terpencil.
Salah satu penerima manfaat program Digitalisasi Pembelajaran berasal dari Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur. Kepala SD Negeri 002 Tiong Ohang, Yani, menyampaikan bahwa kehadiran IFP membawa perubahan signifikan dalam pembelajaran di sekolahnya.
"Pembelajaran sebelumnya terbatas pada metode ceramah dan mencatat di buku. Setelah ada IFP, pembelajaran menjadi lebih menarik karena siswa dapat menggunakan papan sentuh, dan guru juga dapat memanfaatkan berbagai komponen IFP untuk belajar," ujarnya.
Baca Juga: Kemendikdasmen Resmi Gelar Lomba Bahan Ajar Digital Interaktif PAUD 2026, Total Hadiah Jutaan Rupiah
Meski demikian, masih terdapat beberapa tantangan di lapangan, terutama di wilayah 3T. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur pendukung.
Ia berharap pemerintah dapat terus memperkuat program digitalisasi pembelajaran. Harapannya, aspek pemerataan perangkat dan infrastruktur pendukung semakin ditingkatkan.
Editor : Aditya Novrian