MALANG KOTA, RADAR MALANG – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 merupakan salah satu jalur utama masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Berdasarkan informasi resmi, seleksi ini akan digelar pada 21–30 April mendatang.
Sebelum menghadapi ujian, peserta perlu memahami jumlah soal, durasi pengerjaan, dan sistem penilaian. Memahami informasi lengkap mengenai SNBT sejak awal memudahkan peserta dalam merencanakan metode belajar yang lebih efektif. Berikut penjelasan lengkap mengenai jumlah soal, durasi waktu, dan sistem penilaian SNBT 2026.
Jumlah soal dan durasi waktu pengerjaan UTBK-SNBT 2026
Soal UTBK-SNBT 2026 memiliki dua komponen utama, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi. Kedua komponen tersebut dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif, daya pikir, keterampilan membaca, serta kemampuan matematika.
1. Tes Potensi Skolastik
Tes Potensi Skolastik (TPS) merupakan tes yang dirancang untuk menilai kemampuan berpikir dan menyelesaikan masalah yang dimiliki oleh siswa. TPS ini terbagi menjadi empat subtes sebagai berikut:
| Subtes | Jumlah soal dan durasi waktu |
| Penalaran Umum |
Penalaran induktif : 10 soal, 10 menit (60 detik per soal) Penalaran deduktif: 10 soal, 10 menit (60 detik per soal) Penalaran kuantitatif: 10 soal, 10 menit (60 detik per soal) |
| Pengetahuan dan Pemahaman Umum |
20 soal dalam 15 menit (45 detik per soal) |
|
Pemahaman Bacaan dan Menulis |
20 soal dalam 25 menit (75 detik per soal) |
|
Pengetahuan Kuantitatif |
20 soal dalam 20 menit (60 detik per soal) |
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Simak Jadwal UTBK-SNBT 2026 dan yang Perlu
2. Tes Literasi
Tes Literasi bertujuan mengevaluasi kemampuan dalam memahami, mengolah, dan menilai informasi yang tertulis. Tes Literasi terbagi menjadi tiga subtes sebagai berikut:
| Subtes | Jumlah soal dan durasi waktu |
|
Literasi Bahasa Indonesia |
30 soal dalam 42,5 menit (85 detik per soal) |
| Literasi Bahasa Inggris |
20 soal dalam 20 menit (60 detik per soal) |
|
Penalaran Matematika |
20 soal dalam 42,5 menit (127,5 detik per soal) |
Sistem penilaian UTBK-SNBT 2026
Pemerintah menggunakan metode Teori Respons Butir atau Item Response Theory (IRT) sebagai sistem penilaian dalam UTBK-SNBT. IRT merupakan sistem penilaian yang mengutamakan karakteristik setiap soal.
Semakin rumit sebuah soal, makin tinggi nilai yang didapat oleh peserta jika mereka dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan benar. Dengan demikian, metode penilaian ini tidak hanya menghitung jumlah pertanyaan yang terjawab dengan tepat atau tidak, tetapi juga menilai tingkat kesulitan dari setiap pertanyaan.
Tahapan sistem penilaian IRT:
-
Tahap pertama
Setelah pengisian ujian selesai, penyelenggara akan mengkategorikan jawaban peserta menjadi benar, salah, dan tidak terisi. Jawaban benar akan mendapatkan 1 poin, sedangkan jawaban tidak terisi akan mendapatkan 0 poin.
-
Tahap kedua
Sistem akan menentukan seberapa sulit suatu soal berdasarkan jumlah peserta yang menjawab dengan benar dengan memanfaatkan IRT.
-
Tahap ketiga
Hasil analisis IRT mengenai karakteristik soal akan digunakan sebagai landasan untuk menghitung nilai peserta UTBK. Semakin sulit soal yang diajukan, semakin besar bobot nilai yang diperoleh.
Editor : Aditya Novrian