MALANG KOTA - Pembelajaran siswa di sekolah bakal dimulai Senin 30 Maret mendatang. Semua sekolah dipastikan menjalani aktivitas pembelajaran secara luring. Untuk jam pelajaran dan durasi belajar kembali normal setelah mengalami penyesuaian saat Ramadan.
Pembelajaran siswa sekolah dasar dan menengah sempat diisukan bakal digelar secara daring dan luring di hari tertentu. Itu mempertimbangkan penghematan energi di tengah situasi perang Timur Tengah. Namun, opsi itu belum diambil karena dikhawatirkan terjadi potensi learning loss seperti saat Covid-19 lalu.
”Urgensi untuk sekolah daring juga belum ada, apalagi untuk sekolah dasar rata-rata domisili siswa dekat sekolah,” ujar Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim. Menurutya, sudah lama sistem penerimaan siswa baru menggunakan zonasi. Artinya, domisili siswa dekat dengan sekolah. Dari rumah ke sekolah bisa dijangkau menggunakan transportasi umum, sepeda, atau bahkan jalan kaki.
Adhim menjelaskan, pembelajaran daring untuk siswa yang sedang berada pada masa tumbuh kembang kurang maksimal. Itu karena, ada potensi learning loss dan pemahaman yang kurang apabila tidak berlangsung dengan tatap muka. Terlebih pada masa pertumbuhan, anak-anak harus distimulasi untuk bersosialisasi.
”Belum lagi ada potensi orang tua yang tidak bisa mengasuh anaknya di pagi hari karena bekerja,” katanya. Padahal, lanjutnya, pembelajaran daring butuh pendampingan intensif dari orang tua. Itu menyusul, saat ini anak-anak berpotensi mudah terpapar konten yang tidak sesuai usia karena masifnya penggunaan gawai.
Apabila pembelajaran dilakukan secara daring, diprediksi juga bakal memicu tambahan screen time bagi anak. Padahal mereka harus didampingi saat mengakses internet dan media sosial.
“Jadi pada 30 Maret mendatang, siswa tetap masuk seperti biasa,” lanjut Adhim. Untuk jam pelajaran yang sebelumnya dipangkas karena Ramadan juga sudah kembali normal. Sebelumnya para siswa pulang satu jam lebih cepat, kini sudah pulang di jam biasa. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo