JAKARTA, RADAR MALANG – Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikdasmen tetap berjalan optimal pada hari kerja seusai libur Idulfitri 1447 H. Hal ini dipastikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Anang Ristanto, mengapresiasi kinerja petugas ULT yang tetap memberikan layanan terbaik. ULT Kemendikdasmen juga terus merespons berbagai laporan kebutuhan masyarakatan dengan cepat dan tepat.
Baca Juga: Tiga Hari Dibuka, Pendaftar SNBT di Universitas Brawijaya Tembus 2,9 Ribu Pelajar
Dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian, Anang Ristanto menjelaskan bahwa kualitas layanan public menjadi salah satu faktor yang penting untuk dipertahankan.
“Untuk itu, ini perlu kita pertahankan dan tingkatkan sehingga harapan publik terhadap layanan kementerian tetap baik. Tentunya ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujarnya pada Kamis (26/3) lalu.
Layanan Tetap Prima Meski Ada WFA dan Laporan Terbanyak Seputar Tunjangan Guru
Anang memastikan bahwa kualitas layanan yang diberikan tidak berpengaruh terhadap sebagian pegawai yang masih menjalankan Work From Anywhere (WFA).
“Layanan kepada masyarakat adalah yang utama. Tidak boleh ada hambatan ataupun kekurangan dalam memberikan pelayanan,” pungkasnya.
Baca Juga: Resmi! Mendikdasmen Perkuat Ekosistem Pendidikan dengan Pelantikan Dewan Pendidikan Nasional
Kemudian, selama masa libur Idulfitri jumlah laporan atau tiket layanan dilaporkan cukup tinggi. Namun masih bisa dikondisikan dengan baik.
perwakilan Tim Unit Layanan Kerja Sama Pembiayaan, Kepegawaian, dan Pengawasan, Ria Triana Dewi Jayanti, mengungkapkan bahwa sebagian besar laporan yang masuk berkaitan dengan tunjangan guru. Laporan tersebut mencakup tunjangan untuk guru ASN, non-ASN, maupun PPPK.
Selain tunjangan, kendala lain mencakup Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan pertanyaan seputar beasiswa.
Evaluasi Kedepan Targetkan Respons Kurang dari Satu Jam
Ke depan, ULT Kemendikdasmen terus berupaya meningkatkan kecepatan respons layanan. Target yang direncanakan adalah waktu tanggapan kurang dari satu jam untuk setiap laporan yang masuk.
Selain kecepatan, peningkatan indeks kepuasan masyarakat juga menjadi fokus utama. Optimalisasi ini dilakukan melalui evaluasi berkelanjutan terhadap setiap laporan.
Editor : Aditya Novrian