MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kuota calon mahasiswa baru (camaba) di UIN Maliki Malang dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dijatah 1.960 orang tahun ini. Angka itu naik dibanding kuota SNBT tahun 2025 yang berjumlah 1.924 kursi. Sejak pendaftaran dibuka pada Selasa 25 Maret lalu, sudah ada 260 siswa yang memilih UIN Maliki Malang.
Jurusan yang paling banyak pendaftar atau diminati, di antaranya program studi Kedokteran, Farmasi, Psikologi, dan Manajemen. Prodi dengan persaingan masuk yang rendah, ada di jurusan Fisika, Kimia, dan Matematika. Namun secara keseluruhan, persaingan masuk jurusan di UIN Maliki Malang cukup tinggi. Itu karena jumlah peminat dibanding yang diterima cukup jauh.
”Berkaca dari tahun lalu, ada 4.312 camaba yang memilih UIN dari jalur SNBT,” ujar Wakil Rektor I Bagian Akademik UIN Maliki Malang Basri Zain. Pada waktu itu, hanya sekitar seribuan camaba yang diterima. Basri mengimbau kepada calon peserta SNBT agar menyiapkan tes dan portofolio sebaik mungkin.
Baca Juga: Mau Kuliah Tapi Biaya jadi Kendala? Ini Program Beasiswa Teladan UIN Maliki Malang
Menurutnya, tak mengejutkan saat camaba yang mendaftar pada awal masih sedikit. Dia melihat, pembukaan pendaftaran SNBT masih bersamaan dengan libur Lebaran. Pihaknya tetap optimistis tahun ini bakal lebih banyak lagi calon mahasiswa dari SNBT yang berminat masuk ke UIN Maliki Malang.
Sebelumnya, UIN juga membuka pendaftaran bagi camaba melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Total ada 1.003 camaba yang diterima dari 2.734 pendaftar.
Total dari keseluruhan jalur pendaftaran, tahun ini UIN Maliki Malang bakal menerima hampir 3 ribu mahasiswa baru. Itu dari SNBT dan SNBP saja. ”Masih ada jalur mandiri juga setelah dua tes nasional itu selesai, untuk kuotanya belum bisa kami bagikan karena mempertimbangkan hasil tes nasional dulu,” pungkas Basri.
Baca Juga: Intip 2 Fasilitas Laboratorium Fakultas Psikologi UIN Malang
Basri memprediksi tahun ini persaingan masuk UIN Maliki Malang bakal makin ketat. Melihat dari perkembangan kampus yang semakin maju dan kualitas pendidikan yang semakin diperhitungkan. (aff/gp)
Editor : A. Nugroho