JAKARTA, RADAR MALANG - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah tetap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka (luring).
Kebijakan ini sejalan dengan 8 Transformasi Budaya Kerja Nasional yang menempatkan sektor pendidikan sebagai layanan prioritas yang harus diberikan secara langsung di satuan pendidikan.
Baca Juga: Panduan Daftar Ulang SNBP 2026: Jadwal, Syarat Berkas, dan Mekanismenya
Dilansir dari laman resmi Kemendikdasmen, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa transformasi budaya kerja merupakan langkah strategis untuk membangun sistem yang lebih adaptif.
Meskipun pemerintah mulai menerapkan pola kerja fleksibel atau work from home (WFH) bagi ASN sebanyak satu hari dalam seminggu, sektor pendidikan tetap beroperasi normal di sekolah. "Pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas. Di saat yang sama, kami mendorong satuan pendidikan untuk turut berperan aktif dalam mendukung kebijakan efisiensi energi," ujar Menteri Mu’ti, Senin (1/4).
Menurutnya, karakteristik pendidikan dasar dan menengah sangat bergantung pada interaksi langsung antara guru dan murid sebagai elemen inti proses belajar.
Di sisi lain, Kemendikdasmen mengajak warga sekolah untuk mulai mendukung kebijakan hemat energi nasional melalui tindakan nyata di lingkungan pendidikan.
Baca Juga: Persiapan Final TKA 2026: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tekankan Kejujuran dan Kegembiraan
Sekolah didorong untuk bijak dalam mengatur penggunaan listrik, memaksimalkan pencahayaan alami, serta menanamkan kebiasaan ramah lingkungan sebagai bagian dari karakter harian siswa.
Upaya tersebut diperkuat melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang berkelanjutan.
Editor : Aditya Novrian