MALANG KOTA, RADAR MALANG – Memilih perguruan tinggi bukan hanya sekadar nama besar saja, melainkan memahami rekam jejak dan konsistensi kualitasnya. Salah satu kampus swasta ternama di Kota Malang, yakni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang kini dikenal sebagai "Kampus Putih", memiliki sejarah panjang.
Akar Sejarah Kampus Putih
Pada tahun 1964, UMM berawal dari cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. UMM didirikan atas inisiatif tokoh Muhammadiyah Malang untuk menyediakan akses pendidikan tinggi di Jawa Timur. Pada masa awal, kampus ini hanya memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi, Hukum, dan FKIP.
Kemudian pada 1 Juli 1968, UMM resmi menyandang status sebagai universitas mandiri. Sejak saat itu, ekspansi akademik dilakukan secara besar besaran dengan menambah fakultas-fakultas baru seperti Ilmu Sosial, Teknik, hingga Pertanian.
Lompatan terbesar UMM terjadi pada era 1983-an, di mana pembenahan administrasi, peningkatan kualitas dosen, dan pembangunan fasilitas mulai digencarkan hingga UMM memiliki tiga lokasi kampus strategis yang kita kenal sekarang, yakni Kampus I (Jl. Bandung), Kampus II (Bendungan Sutami), dan Kampus Terpadu III (Tlogo Mas).
Prestasi Nasional dan Internasional
UMM diakui secara nasional ketika menjadi salah satu dari delapan kampus pertama di Indonesia yang meraih akreditasi "A" dari BAN-PT pada tahun 2013. Konsistensi ini dibuktikan dengan capaian Anugerah Kampus Unggul (AKU) selama 10 tahun berturut-turut sebagai PTS terbaik di Jawa Timur.
Di kancah global, UMM telah mengantongi bintang 2 dari QS Stars University Ranking secara keseluruhan, bahkan meraih bintang 4 khusus untuk sektor infrastruktur, serta menjadi Associate Member of ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA).
Riset UMM juga berada di di level tertinggi yakni Cluster Mandiri. Hal ini didukung oleh keberadaan 42 laboratorium (25 eksakta dan 17 sosial), termasuk laboratorium sentral yang tersertifikasi untuk melayani pihak eksternal. Hingga saat ini, UMM telah mengelola total 11 fakultas dan 56 program studi mulai dari jenjang Diploma (D3) hingga Doktor (S3).
Baca Juga: Intip Fakultas dan Program Studi di Kampus Swasta Universitas Wisnuwardhana Malang
Peminat dan Daya Tampung Mahasiswa Baru
Sebagai salah satu destinasi pendidikan terpopuler di Indonesia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap UMM terus meningkat secara signifikan. Dilansir dari laman resmi UMM, pada tahun 2022 lalu jumlah pendaftar UMM sebanyak 17.500 hingga 25.000 calon mahasiswa.
Jumlah pendaftar tersebut harus bersaing ketat untuk menduduki kursi mahasiswa UMM sebanyak 8000 daya tampung. Kemudian peningkatan pendaftar calon mahasiswa dari luar negeri juga meningkat pesat sebanyak lebih dari 2.115 pendaftar pada tahun 2024.
Hal ini menunjukkan bahwa peminat calon mahasiswa di UMM sangat tinggi, dengan rasio keketatan yang tinggu juga, dengan jurusan favorit yakni prodi Kedokteran dan Komunikasi.
Editor : Aditya Novrian