Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Terapkan Kewajiban Belajar 13 Tahun, Surabaya Nyatakan Siap Menuju Zero Drop Out 2026

Satya Eka Pangestu • Kamis, 9 April 2026 | 15:33 WIB
KADO SPESIAL: Bunda Rini Siapkan PAUD Inklusif dan Beasiswa di Surabaya. (Youtube: JawaPos)
KADO SPESIAL: Bunda Rini Siapkan PAUD Inklusif dan Beasiswa di Surabaya. (Youtube: JawaPos)

SURABAYA, RADAR MALANG - Pemerintah Kota Surabaya menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung kebijakan nasional Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.

Dengan komitmen kuat, Surabaya menargetkan pencapaian zero drop out (nol anak putus sekolah) bagi seluruh anak usia dini di Kota Pahlawan pada tahun 2026 mendatang.

Baca Juga: Ratusan Juta Belum Dibayar! Para Supplier Datangi SPPG Tagih Tunggakan Program MBG

Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang setara sejak usia emas (golden age).

Berdasarkan hasil penelusuran (tracing), saat ini tercatat sekitar 7.000 hingga 8.000 anak usia 5-6 tahun di Surabaya yang belum mengenyam pendidikan formal.

"Kami memastikan bahwa di tahun 2026 tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah. Semua anak, apa pun latar belakangnya, harus mendapatkan layanan pendidikan yang sama," tegas Bunda Rini dalam wawancara eksklusif, baru-baru ini.

Baca Juga: Purbaya Ngaku Kecolongan! Anggaran 21 Ribu Motor Listrik BGN Langsung Disetop Menkeu

Untuk mendukung target ambisius tersebut, Pemkot Surabaya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar.

Dana ini dialokasikan untuk berbagai program strategis, termasuk pemberian beasiswa bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu serta beasiswa khusus bagi anak-anak penghafal kitab suci dari berbagai agama.

Selain dukungan finansial, Surabaya juga memperkuat infrastruktur pendidikan dengan membangun tiga PAUD Negeri baru, termasuk sekolah khusus inklusif yang bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR).

Baca Juga: LinkUMKM BRI Bantu Pengusaha Fesyen Perempuan Naik Kelas, Wastra Nusantara Disulap Jadi Busana Modern

Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak disabilitas agar mereka memiliki kesiapan mental dan kemampuan dasar sebelum memasuki jenjang SD inklusi.

Tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah mengubah pola pikir (mindset) sebagian orang tua yang masih menganggap pendidikan prasekolah tidak penting.

Melalui program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan kolaborasi 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemkot Surabaya terus memasifkan edukasi mengenai pentingnya pembentukan karakter sejak dini.

 

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Jawa Pos
Surabaya kewajiban belajar 13 tahun Bunda Rini PAUD pemkot surabaya