Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UM Proyeksi Terima 13.000 Mahasiswa Baru, Sekaligus Patahkan Hoaks Blacklist Sekolah bagi Maba

Xeon Rhao Loudra Widadi • Jumat, 10 April 2026 | 15:15 WIB
SPILL MALANG RAYA: Merupakan program podcast atau talkshow berita yang diproduksi oleh Radar Malang (Jawa Pos Group). (YouTube Radar Malang TV)
SPILL MALANG RAYA: Merupakan program podcast atau talkshow berita yang diproduksi oleh Radar Malang (Jawa Pos Group). (YouTube Radar Malang TV)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Memasuki periode pasca Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2026, Universitas Negeri Malang (UM) membawa kabar baik sekaligus klarifikasi penting bagi calon mahasiswa baru (maba).

Di tengah tingginya tensi persaingan, UM justru memproyeksikan peningkatan daya tampung yang cukup signifikan, sekaligus mematahkan mitos negatif yang selama ini menghantui pihak sekolah dan orang tua siswa.

Baca Juga: Minat Vokasi Meningkat! Intip Rincian UKT Fakultas Vokasi UM Tahun 2026: Dari Akuntansi hingga Tata Boga

Proyeksi 13.000 Kursi untuk 2026

Kepala Subdirektorat Seleksi UM, Bapak Dr. Rizky Firmansyah, S.E., M.S.A., mengungkapkan bahwa UM telah mengajukan usulan daya tampung ke pusat dengan total mencapai kisaran 13.000 mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026. Angka ini menunjukkan tren kenaikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka 12.600-an.

Menariknya, sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), UM memilih untuk tidak mengambil hak maksimal kuota jalur Mandiri sebesar 50 persen.

"Kami membagi porsi jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri secara rata di kisaran 30-an persen. Tujuannya agar kesempatan masyarakat melalui jalur nasional tetap terbuka lebar," ungkap Rizky dalam sesi podcast di laman YouTube Radar Malang TV.

Baca Juga: Siap Mengabdi di Dunia Medis? Berikut Rincian UKT Fakultas Kedokteran UM Tahun 2026, 3 Prodi Jadi Favorit

Tegaskan Tak Ada "Blacklist" Sekolah

Selain soal kuota, pihak UM memberikan jawaban tegas terkait isu panas mengenai blacklist sekolah. Muncul kekhawatiran di masyarakat bahwa jika ada alumni yang tidak mengambil jatah daftar ulang di jalur SNBP, maka sekolah asalnya akan "dihukum" atau tidak diterima lagi di tahun berikutnya.

Rizky membantah keras hal tersebut dan menyebutnya sebagai mitos atau hoaks.

"Di UM, prinsip seleksinya adalah person to person atau antar individu. Selama siswanya mampu bersaing dan nilai akhirnya masuk dalam cut-off daya tampung, dia pasti lolos. Tidak ada kaitan dengan riwayat sekolah atau apakah ada kakak tingkat yang 'membuka pintu' di sana," tegasnya.

Pihak kampus menekankan bahwa kegagalan siswa peringkat atas (eligible 1) biasanya terjadi karena penumpukan pendaftar pada satu prodi favorit, bukan karena status sekolah.

Baca Juga: Minat Vokasi Meningkat! Intip Rincian UKT Fakultas Vokasi UM Tahun 2026: Dari Akuntansi hingga Tata Boga

Editor : Aditya Novrian
#um #SNBP #pendididkan