Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Puluhan SMP di Kota Malang Masih Kekurangan Guru

Nahdiatul Affandiah • Sabtu, 11 April 2026 | 10:20 WIB
HARUS LAKUKAN PENYESUAIAN: Para siswa SMP Sriwedari Kota Malang fokus mengikuti pembelajaran, kemarin. Kebutuhan guru SMP di Kota Malang mencapai 215 tenaga pendidik.
HARUS LAKUKAN PENYESUAIAN: Para siswa SMP Sriwedari Kota Malang fokus mengikuti pembelajaran, kemarin. Kebutuhan guru SMP di Kota Malang mencapai 215 tenaga pendidik.

MALANG KOTA – Kekurangan guru di sekolah-sekolah di Kota Malang tak kunjung menemukan solusi konkret. Hingga kemarin (10/4), masih ada puluhan SMP yang kekurangan guru. Dengan total kekurangan mencapai 215 guru.

Perinciannya, ada kekurangan 51 guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Lalu ada kekurangan 5 guru pendidikan Pancasila, 27 guru Bahasa Indonesia, 19 guru matematika, 26 guru IPA, dan 24 guru IPS. Selain itu, kekurangan juga ada pada 10 guru bahasa Inggris, 6 guru PJOK, 30 guru informatika, 21 guru seni budaya, 9 guru BK, dan 29 guru bahasa Jawa. 

”Jumlah kekurangan guru juga fluktuatif, karena tiap bulan ada yang pensiun,” ujar Kabid Pembinaan Ketenagaan (PTK) Disdikbu Kota Malang Ganis Indajani. Namun, pihaknya belum bisa memenuhi kekurangan guru karena terbentur larangan merekrut GTT lagi. Sebab kebijakan pengangkatan guru melalui Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berpusat di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). 

Guru mata pelajaran yang minim itu juga disiasati dengan berbagai cara. Mulai dari pemanfaatan Guru Tidak Tetap (GTT) yang belum terjaring PPPK hingga guru atau kepala sekolah yang terpaksa double job. Namun siasat itu masih belum menjawab kekurangan guru.

Saat ini Ganis juga terus melakukan update perhitungan guru yang akan pensiun. Termasuk mencari pertimbangan penggantinya. Sekaligus memetakan potensi posisi guru yang masih dan bakal kosong.

Pihaknya mengandalkan pengangkatan PPPK untuk pemenuhan posisi pendidik itu. Tapi, tidak langsung menjawab semua kekurangan guru. Terlebih, kebutuhan guru selalu fluktuatif tiap harinya.

Sementara itu, PPPK tahun ini juga belum jelas terkait perinciannya. Seperti berapa kuota untuk guru yang bakal diangkat di Kota Malang. Itu menjadikan perhitungannya berubah-ubah tiap hari. ”Untuk sekolah yang gurunya masih kurang, harap bersabar dan menyiasati kekurangan guru terlebih dahulu,” pungkasnya. (aff/gp)

Editor : A. Nugroho
#kekurangan guru #pppk #gtt #malang