Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mayoritas Anggota Non-Sastra, UKM Bahasa Internasional UM Jadi Tempat Mahasiswa Berani Bicara Asing

Nahdiatul Affandiah • Selasa, 14 April 2026 | 16:22 WIB
Anggota baru UKM Bahasa Internasional memperkenalkan diri dengan bahasa asing tahun lalu. (UKM Bahasa Internasional UM)
Anggota baru UKM Bahasa Internasional memperkenalkan diri dengan bahasa asing tahun lalu. (UKM Bahasa Internasional UM)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kemampuan berbicara bahasa asing masih menjadi tantangan bagi banyak mahasiswa. Berangkat dari kondisi itu, Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan wadah latihan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Internasional UM yang kini justru didominasi mahasiswa non-jurusan bahasa.

Di sebuah ruangan sederhana berukuran 3,5 x 6 meter di sudut kampus, suasana berbeda tampak setiap harinya. Empat salam asing seperti “Hello”, “Guten Tag”, “Assalamualaikum”, hingga “Ni hao” bersahutan. Mahasiswa dari berbagai jurusan berkumpul, berlatih berbicara tanpa sekat formalitas kelas.

Baca Juga: Gandeng Mitra Strategis, UM Buka Pendaftaran Mandiri Jalur Kemitraan: Simak Tahapan Lengkapnya

Tidak ada pola belajar kaku seperti di ruang kuliah. Diskusi dilakukan secara santai dalam lingkaran kecil. Kesalahan pengucapan bukan menjadi bahan koreksi kaku, melainkan bagian dari proses belajar bersama.

Ketua UKM Bahasa Internasional UM, Syahrial Akhsa Nugraha Nareswara, menjelaskan bahwa fokus utama komunitas ini adalah meningkatkan keberanian berbicara.

“Banyak mahasiswa sebenarnya paham, tapi kesulitan merespons saat berbicara. Padahal kemampuan komunikasi itu yang paling dibutuhkan,” ujarnya.

Fenomena tersebut menjadi latar belakang terbentuknya UKM ini. Saat itu, kemampuan bahasa asing mahasiswa dinilai masih belum memenuhi standar, terutama untuk bahasa Inggris yang menjadi salah satu syarat kelulusan.

Menariknya, dari sekitar 150 anggota, hanya sekitar seperempat yang berasal dari jurusan bahasa. Sisanya berasal dari berbagai fakultas seperti ekonomi, teknik, ilmu sosial, hingga sains. Mereka bergabung dengan tujuan yang sama: meningkatkan kemampuan bahasa untuk mendukung masa depan, termasuk studi dan karier luar negeri.

Setiap hari, anggota menggelar diskusi dengan topik beragam. Mulai dari percakapan ringan hingga isu global. Selain itu, UKM ini juga menyediakan program evaluasi kemampuan bahasa secara berkala.

Baca Juga: 35 Ribu Pelajar Pilih Tes SNBT di UM dan UB

Untuk bahasa Inggris, anggota dapat mengikuti tes TOEFL ITP setiap tiga bulan. Selain itu tersedia juga TOAFL untuk bahasa Arab dan HSK untuk bahasa Mandarin. Program ini membantu mahasiswa mempersiapkan kebutuhan sertifikasi, khususnya bagi yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.

“Banyak yang bergabung karena ingin daftar beasiswa, tapi belum tahu harus mulai dari mana,” tambah Akhsa.

Meski begitu, tantangan masih ada. Salah satunya akses tes bahasa Jerman yang masih terbatas di Indonesia. UKM pun terus berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna memperluas fasilitas pembelajaran.

Tak hanya fokus pada latihan, UKM ini juga mulai menorehkan prestasi. Dalam Olimpiade Nusantara cabang Bahasa Inggris, anggotanya berhasil meraih medali perunggu dan perak.

Baca Juga: Incar Prodi Manajemen atau Akuntansi Jalur Mandiri UM? Simak Rincian Biaya IPI Fakultas Ekonomi dan Bisnis Tahun 2026

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa metode belajar santai namun konsisten dapat menghasilkan hasil nyata. Bagi para anggota, ruang kecil itu bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang aman untuk belajar tanpa takut salah.

Ke depan, UKM Bahasa Internasional UM menargetkan jangkauan yang lebih luas. Tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai jembatan menuju peluang global, baik beasiswa maupun karier internasional. Kolaborasi dengan komunitas bahasa di luar kampus juga mulai dirancang untuk memperkuat kesiapan anggota menghadapi persaingan global. (*/adn)

Editor : Aditya Novrian
#UKM Bahasa Internasional UM #TOEFL mahasiswa #beasiswa luar negeri #Universitas Negeri Malang #belajar bahasa asing