Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Punya Pedoman sejak 2023, UM Optimistis Adaptasi Kuliah Daring Berjalan Lancar

Nabila Amelia • Kamis, 16 April 2026 | 16:07 WIB
YAKIN BISA ADAPTASI: Universitas Negeri Malang (UM) punya pedoman pendidikan sebagai panduan pembelajaran via daring. (um.ac.id)
YAKIN BISA ADAPTASI: Universitas Negeri Malang (UM) punya pedoman pendidikan sebagai panduan pembelajaran via daring. (um.ac.id)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Imbauan kuliah dari yang dikeluarkan Kemdiktiksaintek direspons beragam oleh kampus-kampus di Kota Malang. Universitas Negeri Malang (UM) optimistis bisa menjalankan imbauan itu dengan lancar. 

Seperti disampaikan Direktur Pendidikan UM Prof Dr Evi Eliyanah SS MA PhD. Dia mengatakan, pembelajaran daring sudah ada dalam pedoman pendidikan di tempatnya. Tepatnya sejak 2023 lalu. 

Para mahasiswa, terutama yang berada di semester lima ke atas sudah secara mandiri menjalani pembelajaran daring. ”Seperti yang dilakukan mahasiswa saya. Tidak hanya pembelajaran, mereka juga ujian dari mana saja,” kata Evi. 

Namun, pembelajaran daring memang masih diterapkan secara parsial. Berbeda dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Untuk bisa melaksanakan PJJ, kampus harus mengajukan ke lembaga akreditasi mandiri kependidikan (LAMDIK) hingga Kemdiktisaintek. 

Saat ini, UM masih dalam proses pengajuan. Ada enam prodi yang diajukan untuk bisa melaksanakan PJJ. Yakni S2 Pendidikan Matematika, S2 Bahasa Inggris, S2 Pendidikan non-formal, S2 Teknologi Pendidikan, S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, dan S2 PGSD. ”Jika tidak ada aral, kami berharap bisa diluncurkan pada semester gasal mendatang,” tegas Evi.

Senada dengan Evi, Wakil Direktur I Politeknik Negeri Malang (Polinema) Prof Ratih Indri Hapsari ST MT PhD menyampaikan, dalam rangka mendukung kebijakan efisiensi BBM, pihaknya bakal mengadopsi pembelajaran daring seperti masa pandemi. Terlebih, pihaknya sudah memiliki platform pembelajaran daring sendiri.

Sisi positifnya, Ratih menyebut itu cukup efektif untuk mata kuliah yang bersifat teori. Sebab, bahan ajar, presensi, hingga proses pembelajaran bisa dilakukan melalui platform digital. ”Untuk awal-awal ya kami latih dosen-dosen, termasuk yang lanjut usia,” beber Ratih.

Kendati demikian, ada juga kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran daring. Sebagai contoh, pihaknya banyak menemui mahasiswa yang mematikan kamera dan menggantinya dengan foto bergerak saat Zoom Meeting. ”Berbeda dengan di negara maju. Pembelajaran daring maupun PJJ sudah banyak diterapkan melalui open course,” imbuh Ratih. 

Adanya open course juga dibuka oleh perguruan tinggi bergengsi.

Selain itu, open course ada yang membutuhkan biaya mahal. Karena butuh biaya, maka mahasiswa di luar negeri dinilai lebih aktif dan belajar karena kemauannya.

Sementara di dalam negeri, masih ada mahasiswa-mahasiswa yang menggunakan trik saat pembelajaran daring. Karena itu, pembelajaran daring di Polinema cenderung diarahkan untuk dosen sebagai pengampu materi. Namun, mahasiswa disarankan tetap masuk di kelas. 

”Kami tidak henti-hentinya mendorong mahasiswa untuk on-camera saat pembelajaran dan di Learning Management System (LMS),” sambung Ratih. Tujuannya mencegah mahasiswa yang tidak aktif selama pembelajaran. 

Ratih menambahkan, di tempatnya, pembelajaran daring juga dilaksanakan secara parsial. Sementara untuk PJJ baru pengajuan ke kementerian. ”Yang paling siap dan sedang kami ajukan untuk PJJ adalah Prodi Teknologi Informasi,” pungkas dia. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#Universitas Negeri Malang #um #kuliah daring #kampus malang