Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jumat Bersarung Mengimplementasikan Nilai Pesantren di Kampus

Nahdiatul Affandiah • Sabtu, 18 April 2026 | 13:17 WIB
Sivitas akademika Universitas Islam Malang memakai sarung setiap hari Jumat. Aturan Jumat Bersarung mulai dijalankan pada tahun 2020 di lingkungan kampus.
Sivitas akademika Universitas Islam Malang memakai sarung setiap hari Jumat. Aturan Jumat Bersarung mulai dijalankan pada tahun 2020 di lingkungan kampus. Seluruh dosen dan pegawai laki laki serentak memakai sarung

 MALANG KOTA – Tradisi Jumat Bersarung konsisten diterapkan di Universitas Islam Malang (UNISMA). Tahun ini sudah berjalan selama delapan tahun di lingkungan kampus Islam swasta itu. Seluruh dosen dan pegawai laki-laki serentak memakai sarung saat bekerja.

Budaya itu, mulai diresmikan pada tahun 2020 lalu. Berawal dari perayaan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2018. Pada saat itu, UNISMA menerapkan aturan bersarung selama tiga hari beruntun.

Baca Juga: UNISMA Raih Hibah Riset Internasional KONEKSI, Dorong Inovasi Pendidikan Inklusif di Lombok Utara

”Lalu program itu berlanjut saat Ramadan, seluruh stakeholders kompak memakai sarung saat bekerja sebulan penuh,” ujar Wakil Rektor III UNISMA Dr H Muhammad Yunus SPd MPd. Program itu disambut positif lantaran selaras dengan budaya pesantren di UNISMA. Setelah itu, hingga kini program bersarung saat bekerja dilaksanakan tiap pekan pada hari Jumat.

Menurutnya, tradisi sarung yang identik dengan pesantren harus terus dipertahankan. Saat melihat sejarah berdirinya UNISMA, tak lepas dari peran besar para kyai dan cendekiawan. Untuk itu pihak kampus mencoba mengimplementasikan nilai-nilai pesantren di banyak aspek.

Jumat bersarung di Unisma itu juga tak lepas dari pengaruh kultur perguruan tinggi besar di Timur Tengah. Seperti Universitas Al-Azhar, Mesir dan Universitas Umm Al-Qura. Di sana keilmuan dan keislaman sangat kental yang dihidupkan melalui cara berpakaian dan kebiasaan baik para mahasiswa.

Baca Juga: Profil Lengkap UNISMA: Menelusuri Akar Sejarah, Ekosistem Pendidikan, hingga Pencapaian Global yang Diraih

Aturannya, tiap Jumat para sivitas akademika di Unisma diwajibkan memakai sarung dan kopiah. Dilengkapi dengan sepatu slop serta baju koko atau jas. ”Penanggung jawab (pelaksanaan) hari Jumat itu diserahkan ke masing-masing Dekan di Fakultas,” tambah Yunus.

Penetapan hari Jumat sebagai hari bersarung tak lepas dari pelaksanaan salat Jumat. Para dosen dan pejabat kampus dimudahkan dengan dresscode mingguan itu. Sebab tak perlu ganti baju lagi karena Jumat Bersarung sudah sangat cocok dipakai salat Jumat. (aff/gp)

Editor : A. Nugroho
#hari santri nasional #tradisi jumat bersarung #universitas al azhar #UNISMA