KEPANJEN - Pembangunan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen terus berprogres. Proses yang sudah berjalan sejak 2025 lalu itu diharap kan tuntas pada tahun depan.
Dekan Fakultas Vokasi UB Mukhammad Kholid Mawardi SSos MAB PhD menyampaikan, saat ini masih berlangsung pemerataan tanah di lahan tersebut. “Saat ini juga terus berproses untuk pemasangan fondasi tiang pancang. Namun beton yang akan digunakan sedang diuji laboratorium terlebih dahulu,” ujarnya Jumat (17/4).
Dia juga menyebut, khusus fakultas vokasi akan ada tiga bangunan. Salah satunya yakni Gedung A yang diharapkan selesai dalam 365 hari kerja. Tiga bangunan tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Utamanya untuk pendidikan atau kelas dan laboratorium. Selain itu, juga dimanfaatkan untuk kegiatan penunjang akademik. Seperti kantor layanan, aula pertemuan, dan business center.
Jika tidak ada aral, tahun ajaran baru 2027/2028, gedung baru itu sudah bisa ditempati mahasiswa. Setidaknya ada kurang lebih 1.200 mahasiswa vokasi pada tahun tersebut. “Namun tidak semua mahasiswa vokasi akan dipindah ke sana. Akan berproses terus,” imbuhnya.
Seperti diberitakan, UB di Kepanjen termasuk perluasan kedua di Malang Raya setelah kampus di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau. Kampus di Kepanjen tersebut di bangun di lahan dengan luas sekitar 30 hektare. Anggaran yang dikucurkan cukup besar. Yakni sekitar Rp 115 miliar.
“Selain gedung vokasi, di kampus UB Kepanjen juga akan dibangun science techno park sebagai fasilitas untuk hilirisasi hasil-hasil riset peneliti UB,” kata alumni Universitas Wolongong Australia itu.
Sementara itu, berdasar informasi yang dikumpulkan, infrastruktur pendukung untuk pembangunan kampus tersebut juga menjadi perhatian. Di antaranya rencana pelebaran jalan 1-2 meter ke arah timur sebagai bagian dari penyesuaian site.
Namun pelebaran jalan tersebut perlu mendapat persetujuan petani. Sebab, ada kemungkinan penataan atau pemindahan saluran tersier, serta penentuan titik pengendalian banjir. Penerapan teknologi resapan air juga menjadi perhatian guna meminimalkan risiko genangan serta mendukung pembangunan kawasan kampus yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di wilayah Kepanjen. (yun/dan).
Editor : A. Nugroho