
BATU, RADAR MALANG – Dinas Pendidikan Kota Batu terus memperkuat komitmennya dalam menghapus stigma dan sekat antara pendidikan formal dan nonformal. Langkah nyata ini dibuktikan melalui penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa jenjang Kejar Paket B. Menariknya, ujian ini dilaksanakan dengan standar yang sepenuhnya setara dengan sekolah formal, bertempat di laboratorium komputer SMAN 1 Kota Batu.
Baca Juga: TKA SD Kota Batu 2026: Ribuan Siswa Mulai Uji.n, Pengawasan Diperketat
Penyelenggaraan TKA yang terpusat di sekolah formal ini bukan tanpa alasan. Langkah tersebut diambil sebagai upaya strategis untuk mengedukasi masyarakat luas bahwa kualitas pendidikan di bawah naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), baik Paket A, B, maupun C, memiliki mutu yang kompetitif dan tidak lagi dipandang sebelah mata.
Baca Juga: Minim Peminat, Tiga Jurusan SMK di Kota Batu Ini Justru Punya Prospek Kerja Cerah
Tokoh masyarakat sekaligus praktisi pendidikan, Ir. Alfi Nurhidayat, M.T., Ph.D., yang hadir meninjau pelaksanaan tersebut, menegaskan bahwa standarisasi pendidikan nonformal saat ini sudah sejajar dengan jalur reguler. Menurutnya, paradigma lama yang menganggap lulusan paket sebagai pilihan kedua harus segera dihilangkan.
“Anak-anak yang menempuh jalur Kejar Paket A, B, dan C memiliki standarisasi kompetensi yang sama. Secara hukum dan kualitas, mereka diakui oleh negara dan memiliki hak yang setara untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang sarjana (S1) atau memasuki dunia kerja profesional,” tegas Alfi.
Baca Juga: TKA SD Kota Batu 2026: Ribuan Siswa Mulai Ujian, Pengawasan Diperketat
Berdasarkan data di lapangan, TKA untuk jenjang Paket B (setara SMP) ini telah sukses dilaksanakan pada 11 dan 12 April 2026 lalu. Keberhasilan ini menjadi rujukan untuk pelaksanaan TKA Paket C (setara SMA) yang estimasinya akan digelar pada akhir tahun 2026 mendatang dengan standar pengawasan yang sama ketatnya.
Dalam pelaksanaannya, panitia memusatkan kegiatan di dua ruang laboratorium komputer SMAN 1 Batu. Dengan kapasitas masing-masing ruangan sebanyak 40 peserta, fasilitas ini disediakan guna menunjang kenyamanan serta memastikan fokus siswa tetap terjaga selama ujian berlangsung. Melalui fasilitas yang mumpuni, diharapkan para peserta dapat menunjukkan kemampuan akademik terbaik mereka sebagaimana siswa di sekolah formal pada umumnya.
Editor : Aditya Novrian