MALANG KOTA - Tidak semua pelajar jenjang SD dan SMP di Kota Malang mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dari penelusuran Jawa Pos Radar Malang, total ada 191 pelajar yang memilih tidak mengikutinya. Terdiri dari 114 pelajar SMP negeri dan swasta. Selanjutnya ada 77 pelajar SD negeri dan swasta.
Untuk diketahui, TKA memang tidak wajib. Hasilnya juga tidak menentukan kelulusan sekolah. Tes itu sengaja dirancang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI sebagai pilihan agar pelajar tidak tertekan. Meski tidak wajib, hasil dari tes tersebut berguna untuk seleksi jalur prestasi untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim mengaku, pihaknya sudah mengimbau seluruh sekolah dan pelajarnya ikut TKA.
”Tapi beberapa orang tua siswa memang memutuskan untuk tidak menyertakan anaknya dalam TKA. Alasan utamanya karena sudah diterima di sekolah favorit atau tujuan,” kata dia. Pelaksanaan TKA untuk SMP di Kota Malang sudah rampung digelar.
Baca Juga: Intip Contoh Soal TKA SD dari Pusat Asesmen Pendidikan, Uji Literasi dan Numerasi Siswa Sejak Dini
Sesuai data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, total ada 11.320 pelajar kelas akhir yang bisa mengikutinya. Namun yang terdaftar hanya 11.206 pelajar.
Sementara TKA SD negeri dan swasta di Kota Malang bakal dimulai hari ini (22/4). Total ada 11.308 pelajar kelas VI yang bisa mengikutinya. Namun yang terdaftar hanya 11.231 pelajar.
Persiapan TKA jenjang SD cukup intens. Ada geladi bersih selama empat hari sejak 6 April lalu untuk menyiapkan sarana prasarana. Selain itu juga sudah digelar dua kali tryout untuk siswa kelas akhir.
”Tahun ini hanya ada satu SD yang (TKA) semi-online karena tidak yakin dengan kekuatan sinyal di sekolahnya,” tambah Adhim. Pada dasarnya, fasilitas di seluruh sekolah di Kota Malang sudah memadai untuk menggelar TKA. Hanya saja masih ada sekolah yang sinyalnya kurang kuat.
Itu diketahui berdasar evaluasi pelaksanaan TKA SMP pada 7 April lalu. Saat itu, ada satu sekolah yang sempat terkendala jaringan internet pada hari kedua TKA. Akibatnya, token dari pusat yang sudah diterima sejak pukul 07.00 tidak bisa dipakai login siswa. Selang 10 menit baru internet mulai stabil.
”Kendala internet seperti itu tentu mengganggu siswa, jadi waktu mengerjakan berkurang sekitar 10 menit,” lanjut Adhim. Untuk itu, pada TKA SD kali ini, pihaknya benar-benar meminta satuan pendidikan untuk menyediakan jaringan internet yang baik. Apabila ragu, sebaiknya memakai model TKA semi-online, yang hanya butuh sinkronisasi dengan pusat saja.
Pelaksanaan TKA hari pertama hingga hari terakhir jenjang SMP terbilang lancar. Total ada 115 sekolah yang menyelenggarakan tes mandiri. Sementara satu sekolah menumpang karena keterbatasan jumlah pelajar. Seluruh kendala seperti siswa tidak hadir karena terlambat atau sakit sudah dilaporkan ke website TKA secara langsung.
Editor : Bayu Mulya Putra