MALANG KOTA, RADAR MALANG - Hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) kemarin (21/4) diikuti 5,6 ribu pelajar. Sekitar 2,6 ribu peserta menjalani tes di Universitas Negeri Malang (UM). Sementara di Universitas Brawijaya ada 3 ribu peserta.
Tahun ini, pemilihan tempat tes berbeda dengan tahun sebelumnya. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) itu tidak lagi memberi akses penuh kepada peserta untuk memilih kampus tempat tes. Mereka hanya diberi opsi kota tempat tes saja. Itu untuk menghindari kecurangan seperti potensi perjokian.
”Peserta baru diberi tahu lokasi tes satu minggu sebelum pelaksanaan. Jadi kalau mau merencanakan untuk curang cukup sulit,” ujar Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd. Tahun ini, total ada 19.640 peserta yang bakal tes di UM. Mereka tersebar di 67 ruang.
Total ada 1.300 komputer yang bisa digunakan untuk dua sesi dalam sehari. UM bekerja sama dengan polisi untuk menindaklanjuti setiap temuan kecurangan. Seperti penggunaan jasa joki atau alat bantu elektronik yang dipakai untuk kecurangan.
Pihaknya juga menyediakan baju putih apabila ada peserta yang tidak lulus sensor metal detector. UM juga mematikan seluruh CCTV ruangan untuk membendung potensi kebocoran soal.
Wakil Rektor I UM Prof Dr Ibrahim Bafadal M Pd menambahkan, tahun ini ada 11 peserta disabilitas yang tes di kampusnya. Mereka didampingi mahasiswa UM dari UKM Gempita. ”Dari 11 peserta disabilitas itu, ada tiga yang tunarungu dan sisanya tunadaksa,” kata dia.
Di UB, total ada 88 pengawas dan teknisi yang disiagakan per sesi. Total peserta tes di UB sebanyak 16.225 pelajar. ”Untuk peserta disabilitas ada 13 orang. Sembilan peserta di sesi pertama, dua peserta di sesi lima, dan dua peserta di sesi 11,” ujar Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB Arif Hidayat. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra