MALANG, RADAR MALANG – Artificial Intelligent (AI) berbasis chat atau obrolan memungkinkan siapa pun menggunakannya untuk melakukan berbagai tugas. Di samping itu, jawaban yang diberikan oleh AI tidak selalu dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Bukan Cuma LinkedIn, Ini 3 Platform Gratis untuk Portofolio Mahasiswa Baru
Fenomena tersebut banyak ditemukan di kalangan mahasiswa yang mulai mengandalkan AI dalam pengerjaan tugas mereka. Hal itu menunjukkan bahwa sekadar bisa menggunakan AI tidak lagi cukup.
Urgensi Literasi AI di Akademik
Data World Economic Forum memprediksi literasi AI akan menjadi salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan hingga tahun 2030.
Kini, prompt engineering adalah soft skill yang harus dimiliki oleh mahasiswa agar dapat memanfaatkan penggunaan AI secara maksimal. Penggunaan instruksi yang tepat dan struktur akan memberikan akurasi jawaban yang lebih tinggi.
Teknik K-P-I (Konteks, Peran, Instruksi)
Mahasiswa dapat menggunakan rumus K-P-I untuk mendapatkan jawaban yang akurat. Langkah pertama, mahasiswa perlu menjelaskan konteks tulisan dengan memberikan tujuan penulisannya dan kepada siapa tulisan tersebut ditujukan.
Baca Juga: Program Studi Bisnis Digital: Prospek Kerja di Perusahaan Tech yang Selalu Dibutuhkan
Selanjutnya, mahasiswa dapat menentukan peran AI dalam obrolan tersebut, misalnya profesor, ahli bahasa, dokter, dan sebagainya.
Berikan instruksi yang spesifik mengenai gaya bahasa, panjang teks, serta susunan teks seperti yang diinginkan agar hasil tidak meluas.
Investasi Keterampilan Masa Depan
Dengan menguasai keterampilan membuat prompt yang tepat, mahasiswa dapat melakukan pekerjaan secara lebih produktif. Selain itu, keterampilan ini menjembatani kesenjangan antara potensi AI dengan kebutuhan akademik yang ketat.
Penggunaan prompt engineering yang tepat menunjukkan bahwa pengguna AI dapat memegang kendali penuh atas alat digital yang digunakan.
Editor : Aditya Novrian