MALANG, RADAR MALANG – Di era yang serba digital, fenomena digital fatigue merupakan hal yang hampir sulit terlepaskan dari pelajar. Hal itu berpotensi memengaruhi produktivitas pelajar. Berikut adalah tips untuk menangani digital fatigue tanpa perlu mengorbankan kesehatan fisik maupun mental.
Baca Juga: 5 Pekerjaan Sampingan atau Freelance yang Bisa Dilakukan Mahasiswa
Atur Ritme dengan Teknik 20-20-20
Paparan cahaya biru yang terus-menerus menyebabkan mata lelah dan sakit kepala. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik. Gunakan metode 20-20-20 untuk membantu merelaksasikan otot mata dan mengembalikan fokus pikiran.
Optimalisasi Fitur Focus Mode
Aktifkan fitur Focus Mode atau Do Not Disturb di perangkat untuk menyaring gangguan yang masuk. Notifikasi media sosial sering menjadi distraksi utama saat mengerjakan tugas di perangkat yang sama. Strategi itu dapat menciptakan batasan digital antara ruang belajar dan ruang hiburan.
Baca Juga: Daftar Jurusan Kuliah Paling Dibutuhkan Tahun 2030, Lulusan Ini Jadi Rebutan
Manfaatkan Tools AI
Gunakan asisten digital atau perangkat peringatan waktu layar. Hal itu dapat membantu pelajar membagi waktu kerja dalam blok-blok kecil yang lebih terukur. Pemanfaatan AI untuk mengatur ulang referensi juga dapat mempersingkat waktu operasional di depan layar.
Kembali ke Catatan Analog
Gunakan buku catatan fisik untuk merancang kerangka awal tulisan atau jadwal harian. Aktivitas menulis tangan akan memberikan jeda dari radiasi layar sekaligus merangsang kreativitas motorik.
Penerapan strategi ini membantu pelajar mengelola energi mental di tengah arus tugas digital. Konsistensi dalam menjaga batasan layar menjadi kunci keberhasilan akademik yang sehat dan berkelanjutan.
Editor : Aditya Novrian