MALANG KOTA, RADAR MALANG - Rangkaian Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA bakal dimulai bulan Mei nanti. Persaingan masuk SMA negeri dipastikan bakal lebih ketat tahun ini. Dari total proyeksi 13.393 siswa lulusan SMP/MTs sederajat, hanya 3.535 pelajar yang bisa masuk SMA negeri.
Sisanya, mereka masih bisa mendaftar di SMK/MA. Persaingan untuk masuk ke sana juga bakal ketat. Sebab, ada perbedaan mencolok di syarat SPMB tahun ini. Yakni pertimbangan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 40 persen di semua jalur.
Tahun lalu, seleksi hanya bergantung pada nilai rapor. Contohnya di jalur domisili, yang pertimbangannya hanya nilai rapor dan jarak tempat tinggal terdekat ke satuan pendidikan. Namun tahun ini pembagiannya berbeda. Sebesar 40 persen TKA dan 60 persen nilai rapor.
Total ada lima jalur SPMB yang bakal dibuka tahun ini. Yakni jalur domisili, afirmasi, mutasi orang tua atau wali, prestasi hasil lomba, dan nilai prestasi akademik. ”Awalnya nilai TKA hanya untuk prestasi akademik saja, ternyata realisasinya jadi untuk semua jalur,” ujar Asrofi, Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu.
Untuk kuota di tiap jalur masih sama dengan tahun lalu. Masih didominasi jalur domisili sebesar 35 persen. Disusul jalur afirmasi 30 persen. Jalur mutasi 5 persen, prestasi akademik 25 persen, dan prestasi hasil lomba 5 persen.
Tahun ini nilai TKA memang diprioritaskan. Sementara pendaftar yang tidak memiliki nilai TKA, penggantinya yakni indeks sekolah. Seperti diberitakan, tahun ini ada 114 pelajar SMP negeri dan swasta yang memutuskan tidak ikut TKA. Jumlah itu bisa lebih banyak, sebab belum termasuk pelajar MTs.
”Belum lagi ditambah pendaftar yang belum lolos tahun lalu dan mencoba lagi tahun ini,” lanjut Asrofi. Sebab, TKA baru pertama kali diadakan tahun ini. Pelaksanaannya bergantung pada kesediaan siswa. Meski begitu, dinas pendidikan di seluruh daerah mewajibkan sekolah untuk mengikutinya.
Asrofi mengingatkan, SPMB dimulai bulan Mei dengan entry nilai rapor oleh masing-masing SMP/MTs sederajat. Jadwalnya bakal dibuka pada 11 sampai 19 Mei mendatang. ”Yang penting diperhatikan juga, pengambilan PIN oleh calon pendaftar dilaksanakan pada 28 Mei sampai 9 Juni,” lanjutnya.
Bila peserta tidak mengambil PIN, mereka tidak bisa ikut SPMB. Selanjutnya ada tahap simulasi pendaftaran pada 8-9 Juni agar peserta tidak bingung saat proses input data. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra