MALANG, RADAR MALANG - Hari ini, Kamis 23 April 2026 diperingati sebagai Hari Buku Sedunia. Hal itu menandai pergeseran besar cara masyarakat mengonsumsi literasi melalui platform digital.
Baca Juga: Waspada Ringworm! Infeksi Jamur yang Mudah Menular pada Kulit
Pergeseran itu membuktikan bahwa kegemaran membaca tetap tumbuh subur di tengah gempuran konten digital.
Akses Tanpa Batas lewat iPusnas
Perpustakaan digital nasional, iPusnas, mencatat pertumbuhankan kebutuhan baca Masyarakat Indonesia secara gratis dan legal. Hingga Agustus 2025, koleksi iPusnas telah berkembang pesat mencapai total 130.287 judul dengan ketersediaan 1.454.919 eksemplar.
Menurut kajian pengguna tahun 2025, kategori buku fiksi dan pendidikan menjadi materi yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Hal itu menunjukkan bahwa platform digital berhasil menjembatani kebutuhan hiburan sekaligus referensi akademik dalam satu akses praktis.
Daya Tarik Visual BookTok dan Bookstagram
Peningkatan akses digital kini diperkuat oleh meninkatnya tren konten estetika di platform TikTok dan Instagram yang sering dikenal dengan sebutan BookTok dan Bookstagram.
Komunitas itu berhasil mengubah aktivitas membaca masyarakat menjadi gaya hidup yang menarik bagi generasi muda melalui ulasan visual yang kreatif.
Baca Juga: Rekomendasi Generator AI untuk Mahasiswa: Tugas dan Skripsi Lebih Ringan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistika 2025, indeks tingkat kegemaran membaca kini berada di angka 54,80. Angkat itu mencerminkan indicator tinggi.
Hal itu menunjukkan bahwa stabilitas minat baca yang didorong oleh kemudahan akses buku elektronik dan pengaruh kuat rekomendasi di media sosial.
Masa Depan Literasi Indonesia
Kombinasi antara koleksi digital yang lengkap dan promosi kreatif di media sosial menjadi kunci utama dalam menjaga ekosistem literasi.
Baca Juga: Lulusan Bahasa dan Sastra: Prospek Kerja Luas dari Copywriter
Kemudahan meminjam buku hanya melalui ponsel pintar membuat hambatan fisik dan biaya tidak lagi menjadi penghalang untuk menambah wawasan.
Masyarakat kini memiliki pilihan yang lebih luas untuk mengeksplorasi ribuan judul berkualitas di mana saja dan kapan saja. Kehadiran teknologi digital dan komunitas kreatif memastikan bahwa budaya membaca akan terus relevan dan berkembang di masa depan.
Editor : Aditya Novrian