MALANG KOTA-RADAR MALANG - Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Kota Malang terkonsentrasi di dua kampus. Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM). Kedua kampus diminta waspada karena panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menemukan data anomali di beberapa peserta.
Perlu diketahui, ada sebanyak 16.225 peserta yang melakukan UTBK di UB Sementara di UM terdapat 19.640 peserta mengikuti UTBK. Salah satu temuan data anomali berupa peserta mendaftar untuk masuk ke Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat. Sementara domisili peserta berada di Jogjakarta. Namun, peserta memilih pusat UTBK di Kota Malang sebagai tempat ujian.
”Kami mendapat laporan dari SNPMB pusat, di UB ada sekitar 100 data anomali,” ujar Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB Arif Hidayat. Seluruhnya berada di sesi pertama hari pertama UTBK pada 21 April. Saat dicek, rata-rata karena peserta memiliki kerabat atau teman di Kota Malang.
Sejauh ini, belum ada temuan yang mencurigakan di UB. Data anomali yang diminta SNPMB untuk diawasi lebih ketat semua sesuai prosedur. Baik data diri dan orang yang hadir sudah cocok satu sama lain.
Kendati demikian, pengawas tetap melakukan kewaspadaan selama sesi berlangsung tiap harinya. Pemeriksaan diperketat dengan double check menggunakan metal detector dan pengecekan langsung. Sejauh ini belum ada lagi laporan data anomali dari SNPMB pusat untuk diawasi.
Pada hari pertama, SNPMB pusat menemukan 2.940 data anomali. Itu berasal dari seluruh pusat UTBK di Indonesia. ”Jumlahnya terbilang sedikit dibanding pendaftar yang mencapai ratusan ribu, tapi meski kecil pengawasan tetap kami tingkatkan,” lanjut Arif.
Di pihak lain, Direktur Pendidikan UM Prof Evi Eliyanah menuturkan ada data anomali yang dikirim SNPMB untuk diawasi. Namun, pihaknya tidak bisa menyebut angkanya. Itu karena, masih dalam proses penanganan.
”Tapi dari data anomali yang kami terima, dua insiden joki di hari pertama tidak termasuk,” ujar Evi. Namun pihaknya memastikan keamanan dan pemeriksaan jelang UTBK terus diperketat. Terutama untuk menghindari pelaku joki yang berhasil kabur saat hari pertama. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo