MALANG KOTA – Mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Negeri Malang (UM) melakukan transformasi strategis di Kampung Seni Eduwisata Pagelaran melalui pendekatan manajemen berbasis kearifan lokal.
Tidak sekadar observasi, para mahasiswa ini terjun langsung menyatukan antara gerak tari dan denting gamelan dalam konten digital inovatif. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperluas jangkauan pasar desa wisata di era modern.
Kegiatan ini membuktikan bahwa manajemen seni bukanlah soal angka di atas kertas, melainkan harmoni antara pelestarian tradisi dan ketajaman strategis digital di Kampung Seni Pagelaran.
Desa Pagelaran Mentaraman menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diinisiasi oleh mahasiswa Magister Manajemen Universitas Negeri Malang.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Februari lalu oleh Bhernanda Tri Mulia Aziza Putri Artino dan Tessalonica Vannesia Nathania Cleodora.
Di bawah bimbingan Prof Dr Agung Winarno M M dan serta Dr Agus Hermawan GradDipMgt MSi, MBus, keduanua berkolaborasi memperkuat kemampuan manajerial masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital yang inovatif dan kolaboratif dalam manajemen kampung seni pagelaran.
Selain itu, kegiatan ini juga mengangkat potensi seni budaya lokal seperti karawitan sebagai simbol identitas budaya masyarakat setempat.
Melalui pendekatan kolaboratif, mahasiswa memberikan pendampingan berupa pelatihan penyusunan rencana bisnis, pengelolaan pemasaran secara dinamis untuk mengintegrasikan nilai tradisional dengan tren pasar masa kini.
Melalui tiga cara utama yakni digital branding dan konten kreatif, mereka mengelola platform digital desa (Instagram, TikTok dan Website) sebagai wadah visual yang menampilkan keindahan proses berkarya seni.
Berikutnya, dengan membangun jejaring berkelanjutan, pendampingan kegiatan rutin, pengembangan produk eduwisata dengan bekerja sama tim kreatif untuk mengemas paket-paket wisata yang lebih menarik.
Terakhir, mereka juga melakukan pertunjukan supaya memiliki nilai jual yang tinggi namun tetap terjangkau.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi desa, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama tujuan ke-8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta tujuan ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur melalui pengembangan kapasitas masyarakat berbasis potensi lokal.
“Karawitan kemarin kami sampai mengantarkan anak didik yang awalnya belum sama sekali bisa menggunakan gamelan, dan sempat juara di Surabaya. Saya berharap bisa mengembangkan budaya ini dan ingin membuat hak cipta lagu lagi,” ujar Sulis, salah satu seniman karawitan setempat.
Selain karawitan, tarian juga diperkenalkan sebagai bagian dari simbol identitas budaya masyarakat Desa Pagelaran Mentaraman. Dalam kegiatan pendampingan tersebut, mahasiswa mendorong masyarakat untuk memanfaatkan unsur budaya seperti karawitan dan tari sebagai bagian dari strategi promosi desa melalui media digital. Upaya ini bertujuan untuk diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas melalui media sosial dan berbagai platform digital. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Oleh karena itu, dengan adanya konten digital yang strategis sebagai bentuk untuk peningkatan kesadaran masyarakat sekitar bahwa ada desa yang masih menjaga warisan budayanya hingga saat ini dan menjadi salah satu identitas diri masyarakatnya. Gunawan, selaku ketua sanggar lestari budaya menyampaikan “Sanggar ini bukan hanya sebagai wadah untuk mereka berkreasi melainkan juga sebagai salah satu media peningkatan ekonomi bersama,” tegasnya.
Tidak dapat dipungkiri melalui kolaborasi antara penguatan kapasitas ekonomi, digitalisasi, dan pelestarian budaya. Program yang dijalankan oleh mahasiswa Magister Manajemen UM Malang ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pagelaran Mentaraman.
Pengembangan seni karawitan serta penguatan identitas budaya seperti tarian berpotensi menjadi daya tarik budaya yang memperkuat citra desa sekaligus membuka peluang usaha kreatif bagi masyarakat. Inisiatif ini juga sejalan dengan implementasi SDGs desa, khususnya tujuan ke-11 tentang pembangunan komunitas yang berkelanjutan dengan menjaga warisan budaya, serta tujuan ke-12 mengenai pola produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai seni dan budaya lokal tetap terjaga dan berkembang di tengah perkembangan zaman. (bes)
Editor : A. Nugroho