Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fenomena Salah Jurusan: Berdampak pada Motivasi dan Studi

Salshabila Abidah Ardelia • Sabtu, 25 April 2026 | 23:30 WIB
Fenomena salah jurusan di kalangan mahasiswa berdampak pada motivasi belajar dan studi.
Fenomena salah jurusan di kalangan mahasiswa berdampak pada motivasi belajar dan studi. (Foto: Pexels)

 MALANG, RADAR MALANG - Salah jurusan merupakan fenomena yang dialami oleh tidak sedikit mahasiswa di Indonesia. Kondisi ini penting diperhatikan karena dapat memengaruhi motivasi belajar, kesehatan mental, dan keberlanjutan pendidikan.

Baca Juga: Kuliah atau Sertifikasi? Strategi Memilih Jalur Karier di Tahun 2026

Seorang ahli Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility, Irene Guntur, menyebutkan bahwa 87% mahasiswa di Indonesia salah jurusan.

Fenomena ini sering muncul sejak tahun pertama perkuliahan, ketika mahasiswa mulai memahami materi secara lebih mendalam. Hal itu menunjukkan bahwa banyak mahasiswa mengalami kebingungan arah sejak awal perkuliahan.

Faktor Penyebab

Penelitian dalam bidang psikologi pendidikan menyebutkan beberapa faktor utama penyebab salah jurusan. Faktor tersebut meliputi tekanan dari orang tua, kurangnya informasi tentang jurusan, tidak mengenal minat dan bakat diri sendiri, serta keputusan yang diambil tanpa pertimbangan matang.

Selain itu, pengaruh teman sebaya dan persepsi terhadap prospek kerja juga turut memengaruhi pilihan studi.

Dampak bagi Mahasiswa

Mahasiswa yang mengalami fenomena salah jurusan itu cenderung menunjukkan penurunan motivasi belajar. Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan stres akademik dan kesulitan dalam memahami materi perkuliahan.

Baca Juga: Maba Wajib Simak! Rekomendasi 4 Gedung Asrama Mahasiswa Universitas Negeri Malang, Ada yang Cuma Selangkah dari Gedung Kuliah

Memilih jurusan yang salah juga cenderung akan menambah waktu studi dan biaya pendidikan. Hal itu dapat terjadi ketika mahasiswa memutuskan untuk pindah jurusan atau mengambil mata kuliah tambahan yang tidak konversi

Upaya Mengatasi

Perguruan tinggi mulai menyediakan layanan konseling akademik untuk membantu mahasiswa mengevaluasi pilihan studi. Langkah ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengambil keputusan yang lebih tepat terkait keberlanjutan pendidikan.

Pengenalan minat dan bakat sejak awal juga dinilai penting untuk mencegah kesalahan dalam memilih jurusan. Mahasiswa dapat bergabung dengan organisasi atau komunitas kegiatan lain untuk mengeksplorasi diri dan membangun keterampilan yang tidak didapatkan di jurusan saat ini.

Pemilihan jurusan yang sesuai menjadi faktor penting dalam keberhasilan studi. Dengan akses informasi yang tepat dan pendampingan yang memadai, risiko salah jurusan dapat diminimalkan.

Editor : Aditya Novrian
#salah jurusan #Kuliah #Akademik #mahasiswa