MALANG, RADAR MALANG - Mahasiswa kerap dihadapkan pada pilihan antara aktif berorganisasi atau fokus pada akademik. Dilema ini penting karena keduanya berpengaruh pada kesiapan karier dan capaian studi.
Tekanan Membagi Waktu
Kebijakan kampus melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong pengembangan soft skill mahasiswa melalui organisasi dan kegiatan di luar kelas.
Aktivitas organisasi dinilai mampu melatih kepemimpinan, komunikasi, dan kerja tim. Namun, beban kegiatan yang padat sering kali berbenturan dengan jadwal kuliah dan tugas akademik.
Strategi Mahasiswa Aktif
Rosyana (21), seorang mahasiswa aktif organisasi yang juga berprestasi di bidang akademik menyebut kunci utamanya adalah manajemen waktu. Ia mengatur prioritas harian dan menetapkan batasan kegiatan agar tidak mengganggu perkuliahan.
“Kalau misal deadline tugas organisasi lebih deket, aku prioritasin akademik. Begitu pula sebaliknya. Aku engga selalu prioritasin akademik karena aku masuk organisasi atas keinginan dan kesadaranku. Jadi, tugas organisasi dan tugas akademik itu tanggung jawabku sama rata,” jelasnya.
Baca Juga: Kuliah atau Sertifikasi? Strategi Memilih Jalur Karier di Tahun 2026
Keterlibatan organisasi dapat berdampak positif jika diimbangi pengelolaan waktu yang baik. Sebaliknya, keterlibatan berlebih tanpa kontrol berisiko menurunkan performa akademik.
Akademik dan Soft Skill Sama Penting
Dosen dan praktisi pendidikan menilai keseimbangan menjadi kunci. Akademik tetap penting sebagai dasar keilmuan, sementara organisasi menjadi ruang praktik keterampilan sosial.
Mahasiswa yang mampu menyeimbangkan keduanya dinilai lebih siap menghadapi dunia kerja karena memiliki kombinasi pengetahuan dan pengalaman.
Baca Juga: Literasi Digital: Strategi Menghadapi AI Hallucination dalam Tugas Kuliah
“Selagi kamu masih mampu memanfaatkan masa muda kamu, ikutilah kegiatan di luar kampus. Masih banyak bidang yang perlu dijelajahi selain tentang akademik aja,” ujar Rosyana.
Dilema antara organisasi dan akademik tidak selalu berakhir pada pilihan salah satu. Dengan pengelolaan waktu yang tepat, mahasiswa dapat memanfaatkan keduanya secara optimal untuk mendukung keberhasilan studi dan kesiapan karier.
Editor : Aditya Novrian