Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berpikir Kritis: Keterampilan yang Tidak Bisa Digantikan AI

Salshabila Abidah Ardelia • Selasa, 28 April 2026 | 18:16 WIB
Keterampilan berpikir kritis sangat penting tidak hanya dalam pendidikan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. (Foto: Pexels)
Keterampilan berpikir kritis sangat penting tidak hanya dalam pendidikan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. (Foto: Pexels)

 JAKARTA, RADAR MALANG – Di tengah berlimpahnya informasi yang masuk, berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan yang penting dimiliki oleh mahasiswa untuk menyaring dan menilai informasi yang semakin sulit dibedakan kebenarannya.

Baca Juga: Rekomendasi Generator AI untuk Mahasiswa: Tugas dan Skripsi Lebih Ringan

Berpikir kritis adalah kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan bernalar secara logis tentang informasi sebelum membuat keputusan. Kini, pembelajaran tidak lagi hanya tentang menyerap informasi, tetapi juga menerjemahkannya, menerapkannya, dan memerkirakan hasilnya.

Ancaman Nyata di Era Digital

AI memudahkan siapa pun memproduksi tulisan, gambar, hingga video yang tampak meyakinkan namun tidak akurat. Tanpa kemampuan berpikir kritis, pelajar rentan menelan informasi mentah-mentah dan menyebarkannya tanpa verifikasi.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Tugas, Ini 3 Website Gratis Latih Mengetik 10 Jari

Penelitian dari Frontiers in Education (2025) menemukan bahwa ketergantungan berlebihan pada AI memicu kondisi yang disebut cognitive offloading atau penurunan kemampuan analisis karena otak terlalu sering bergantung pada mesin.

Apa Manfaatnya bagi Pelajar?

Berpikir kritis mendorong kemampuan riset, komunikasi, dan kreativitas secara bersamaan. Pelajar yang terbiasa berpikir kritis lebih cermat memilah sumber, menyusun argumen, dan menghasilkan ide-ide orisinal.

Di dunia kerja, keterampilan ini justru makin langka. Perusahaan aktif mencari kandidat yang mampu berpikir mandiri, namun banyak lulusan belum memilikinya.

Baca Juga: Simak Rincian Penempatan Ma’had dan Rincian Biayanya, Maba Ekonomi Terpusat di Kampus Utama

Bagaimana Melatihnya?

Penelitian dari MDPI (2025) menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis proyek dan diskusi kolaboratif terbukti efektif melatih berpikir kritis. Kebiasaan sederhana seperti membaca dari berbagai sumber, mempertanyakan fakta, dan berdebat secara sehat juga membangun keterampilan ini secara konsisten.

Berpikir kritis bukan bakat bawaan — ini keterampilan yang bisa dilatih setiap hari. Semakin cepat pelajar memulainya, semakin siap mereka menghadapi dunia yang terus berubah.

Editor : Aditya Novrian
#Pelajar #Keterampilan 4C #berpikir kritis #belajar