KABUPATEN, RADAR MALANG – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Malang mulai disiapkan dengan sejumlah perubahan. Salah satu yang paling mencolok adalah penggunaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari penilaian masuk SMA/SMK.
Jika sebelumnya seleksi lebih banyak mengandalkan nilai rapor, kini sistem berubah dengan komposisi gabungan. Nilai rapor berbobot 60 persen, sementara 40 persen lainnya berasal dari hasil TKA.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dwi Anggraeni menjelaskan bahwa ketentuan tersebut berlaku untuk seluruh jalur pendaftaran.
“Nilai rapor memiliki bobot 60 persen, sementara 40 persen sisanya dari nilai TKA. Ketentuan ini berlaku untuk semua jalur,” ujarnya.
Baca Juga: 112 SD di Kabupaten Malang Terapkan SPN, Perkuat Pendidikan Agama di Sekolah Negeri
Adapun jalur yang dibuka meliputi domisili, afirmasi, mutasi, prestasi lomba, serta prestasi akademik. Seluruh jalur tersebut wajib mengacu pada kombinasi nilai yang telah ditetapkan.
Dengan skema baru tersebut, persaingan masuk sekolah negeri diprediksi semakin ketat. Apalagi, jumlah lulusan SMP/MTs di Kabupaten Malang tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 41 ribu siswa.
Untuk jadwal, pendaftaran SPMB dibuka mulai 11 Juni hingga 4 Juli. Namun, pelaksanaannya dibagi dalam beberapa tahap.
Tahap pertama untuk jalur domisili berlangsung pada 11–15 Juni. Tahap kedua untuk jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi lomba digelar 17–23 Juni. Tahap ketiga untuk jalur prestasi akademik SMA dijadwalkan 24–29 Juni, sedangkan tahap keempat untuk jalur prestasi akademik SMK berlangsung pada 30 Juni hingga 4 Juli.
Saat ini, Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang masih menghitung kuota siswa untuk masing-masing SMA/SMK negeri. Penentuan kuota mempertimbangkan jumlah lulusan, ketersediaan ruang kelas, sarana prasarana, hingga tenaga pendidik.
Sementara itu, dari jenjang SMP, pelaksanaan TKA telah dipersiapkan sejak awal semester. Kepala Bidang SMP Disdik Kabupaten Malang, Nurul Sri Utami, menyebut pihaknya mendorong seluruh siswa untuk mengikuti tes tersebut.
“TKA ini kami jadikan bahan evaluasi kemampuan individu siswa, sehingga semua kami arahkan untuk ikut,” ujarnya.
Data sementara mencatat sekitar 29.352 siswa SMP akan lulus tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29.953 siswa mengikuti TKA. Selisih angka ini terjadi karena sebagian siswa telah lebih dulu diterima di sekolah tujuan sehingga tidak mengikuti tes.
Dengan perubahan sistem ini, Disdik berharap proses seleksi menjadi lebih objektif sekaligus mampu memetakan kemampuan akademik siswa secara lebih akurat. (aff/adn)
Editor : Aditya Novrian