RADAR MALANG - Memasuki gelombang terakhir pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI/sederajat, kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib erdasarkan pemantauan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di berbagai daerah.
Kondisi ini mencerminkan kesiapan sekolah sekaligus kuatnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung proses belajar murid peserta didik, serta sarana dan prasarana yang mendukung.
Dilansir dari laman resmi Kemendikdasmen, di Daerah Istimewa Yogyakarta, TKA diikuti oleh 48.675 peserta didik. Dari total 2.014 sekolah yang ikut, hampir seluruhnya melaksanakan ujian secara mandiri dengan metode daring.
Di Provinsi Riau, tingkat partisipasi juga tercatat mendekati angka 100 persen. Pelaksanaan TKA berlangsung dalam suasana yang tertib, kondusif, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta didik.
Sementara itu, di Provinsi Nusa Tenggara Barat, pelaksanaan TKA diikuti oleh 100.060 murid yang berasal dari 4.117 satuan pendidikan. Menunjukkan tingginya antusiasme dan komitmen daerah dalam menyelenggarakan asesmen nasional.
Baca Juga: Sukses Atasi Kendala Teknis di Beberapa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kelancaran TKA SD 2026
Pada gelombang awal saja, sebanyak 77.894 murid dari 3.133 satuan pendidikan telah mengikuti TKA. Angka ini terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Untuk jenjang SDLB sendiri, sebanyak 41 satuan pendidikan turut serta dalam pelaksanaan tes. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan inklusif dan layanan khusus bagi anak berkebutuhan juga terus mendapat perhatian serius.
Di Provinsi Bengkulu, sebanyak 34.694 murid dari 1.526 satuan pendidikan mengikuti TKA dengan antusiasme tinggi.
Baca Juga: Kepala Sekolah Optimistis Nilai Rata-Rata TKA Pelajar Kota Malang yang Terbaik
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengapresiasi tingginya partisipasi dan kelancaran pelaksanaan TKA di berbagai daerah.
“Laporan yang kami terima, alhamdulillah semua berjalan lancar. Hanya ada beberapa daerah yang menjadwalkan susulan karena kondisi gempa bumi, sehingga anak-anak belum merasa aman. Bagi mereka yang belum dapat mengikuti, akan dijadwalkan ujian susulan saat kondisi sudah memungkinkan,” tutup Mendikdasmen Mu’ti.
Editor : Aditya Novrian