MALANG, RADAR MALANG– Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Supervisor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi guna meningkatkan kompetensi lulusan agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, kegiatan ini diikuti peserta yang mayoritas merupakan lulusan baru (fresh graduate) FT UB.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, pada 28–30 April 2026 dan digelar secara daring.
Sementara itu, ujian sertifikasi sebagai tahapan akhir untuk memperoleh sertifikat kompetensi dilaksanakan secara luring pada 5 Mei 2026 mendatang di FT UB.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof Ir Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. Dalam sambutannya, Hadi menegaskan pentingnya kompetensi K3 dalam industri konstruksi yang memiliki tingkat risiko kerja tinggi.
“Penguasaan aspek K3 bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama bagi setiap tenaga kerja konstruksi. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami berharap lulusan FT UB memiliki keunggulan kompetitif serta mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan profesional,” ujarnya.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai prinsip-prinsip K3 konstruksi, mulai dari identifikasi risiko, pengendalian bahaya, hingga penerapan standar keselamatan kerja sesuai regulasi yang berlaku. Materi yang diberikan juga disesuaikan dengan kebutuhan industri sehingga relevan dengan kondisi kerja di lapangan.
Peserta program merupakan lulusan FT UB yang telah dinyatakan lulus dan minimal memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL).
Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan daya saing di dunia kerja, khususnya pada sektor konstruksi yang semakin membutuhkan tenaga kerja kompeten dan bersertifikat.
Kerja sama antara FT UB dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya menjadi langkah strategis dalam menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan. Kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi teknis lulusan, tetapi juga mendukung penerapan standar keselamatan kerja secara optimal oleh tenaga kerja muda.
Melalui program ini, FT UB kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga peningkatan kompetensi profesional lulusan. Bekal kompetensi tersebut diharapkan mampu membantu peserta menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, khususnya di sektor konstruksi.
Kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Supervisor K3 Konstruksi ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi lulusan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas tenaga kerja profesional dan tersertifikasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor konstruksi. (aw)
Editor : A. Nugroho