Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Summer Course Sastra UM 2026: 45 Mahasiswa Internasional Pelajari Warisan Melayu hingga Bikin Keramik

Xeon Rhao Loudra Widadi • Kamis, 30 April 2026 | 13:00 WIB
JALIN INTERAKSI ANTAR NEGARA: Summer Course Fakultas Sastra UM 2026 memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan di antara para mahasiswa internasional. (Fakultas Sastra/Universitas Negeri Malang)
JALIN INTERAKSI ANTAR NEGARA: Summer Course Fakultas Sastra UM 2026 memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan di antara para mahasiswa internasional. (Fakultas Sastra/Universitas Negeri Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan acara Summer Course on Sastra Melayu for ASEAN Literature Students pada 22 - 25 April 2026. Program akademik dan budaya yang berlangsung selama empat hari ini bertujuan mempererat identitas budaya melalui warisan literatur Melayu.

Sebanyak 45 mahasiswa internasional yang berasal dari Thailand, China, Pakistan, Sudan, dan India antusias mengikuti rangkaian kegiatan ini. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata peran sastra sebagai jembatan lintas budaya yang menghubungkan berbagai bangsa di Asia dan sekitarnya.

Baca Juga: Lulusan Bahasa dan Sastra: Prospek Kerja Luas dari Copywriter

Memasuki hari pertama kegiatan Summer Course, peserta disuguhi seminar mendalam mengenai penulisan sastra Melayu yang dikaitkan dengan perspektif modern dan isu perempuan.

Diskusi ini menghadirkan 4 pakar yang 3 diantaranya berasal dari lintas negara, yakni Assoc. Prof. Shivani Sivagurunathan dari Malaysia, Varavejbhisis Yossiri dari Thailand, serta Prof. Evi Eliyanah dan Andre Septiawan (penulis buku Inyik Balang terbitan Gramedia) dari Indonesia.

KENALKAN BUDAYA LOKAL: Deretan mahasiswa mengikuti kegiatan workshop gamelan. (Fakultas Sastra/Universitas Negeri Malang)
KENALKAN BUDAYA LOKAL: Deretan mahasiswa mengikuti kegiatan workshop gamelan. (Fakultas Sastra/Universitas Negeri Malang)

Memasuki hari kedua, suasana kegiatan beralih pada eksplorasi seni melalui Art Performance dan lokakarya interaktif. Peserta menyaksikan pertunjukan teater bertajuk "Sibottar Mudar" yang diprakarsai oleh Prof. Yuni Pratiwi bersama LSO Departemen Sastra Indonesia yaitu Teater Pelangi.

Baca Juga: Calon Sastra Mbois Merapat! Yuk Simak Daftar Lengkap UKT 11 Program Studi di Fakultas Sastra UM Tahun 2026

Teater tersebut mengisahkan, tragedi Siboru Namotung dan hubungannya dengan makhluk gaib sebagai simbol asal-usul leluhur Pasaribu dan Simamora. Selain teater, beliau juga membacakan puisi berjudul “Surat Untuk Malain” yang dirangkai sendiri.

Tidak hanya menonton, para peserta juga dibagi ke dalam dua kelompok untuk mengikuti workshop gamelan dan pembuatan keramik yang dibimbing oleh Prof. Ponimin. Mereka belajar tentang penggunaan alat musik gamelan dan nada gamelan serta membentuk tanah liat menjadi karya seni yang bernilai.

ANTUSIAS: Salah satu mahasiswa internasional sedang membuat kerajinan keramik. (Fakultas Sastra/Universitas Negeri Malang)
ANTUSIAS: Salah satu mahasiswa internasional sedang membuat kerajinan keramik. (Fakultas Sastra/Universitas Negeri Malang)

Hanya dalam waktu dua jam, mahasiswa mancanegara tersebut berhasil memainkan satu gendhing Jawa dan menyelesaikan produk keramik buatan sendiri. Melalui salah satu pendekatan praktis ini, Fakultas Sastra UM berkomitmen untuk terus mempromosikan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda dunia.

Baca Juga: Penguatan Literasi Digital: Perisai Utama Pelajar Menghadapi Arus Informasi

Editor : Aditya Novrian
#summer course 2026 #Fakultas Sastra UM