BANDA ACEH, RADAR MALANG - Sebagai bagian dari penguatan ekosistem literasi nasional, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memastikan pemanfaatan bantuan buku bacaan bermutu berjalan optimal di sekolah di Banda Aceh.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh periode 2023–2026, Umar Solikhan, melakukan kunjungan ke sekolah yang menerima hibah buku bacaan bermutu dari Badan Bahasa pada tahun 2024.
Hafidz mengapresiasi pengelolaan dan pemanfaatan buku-buku tersebut oleh pihak sekolah.
“Buku bacaan bermutu memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca serta meningkatkan kemampuan literasi anak sejak dini,” ucap Hafidz.
Selain itu, Hafidz Muksin juga menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi dengan menandatangani nota kesepahaman bersama Rektor IAIN Takengon, Rektor UIN Ar-Raniry, dan Rektor Universitas Syiah Kuala. Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan tridarma perguruan tinggi hingga penguatan literasi.
Baca Juga: Menjelang Hardiknas 2026, Tiga Guru di Tangerang Selatan Sambut Baik Penyaluran TPG Bulanan
Badan Bahasa juga menyampaikan banyak apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh atas komitmennya dalam mendukung pelestarian bahasa Aceh yang telah berlangsung di SD dan SMP setempat.
“Pelestarian bahasa daerah perlu terus didorong melalui penguatan vitalitasnya kepada generasi muda agar tingkat kepunahan dapat ditekan,” ujar Hafidz Muksin.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menyatakan dukungan penuh terhadap program-program Badan Bahasa.
Baca Juga: Kemendikdasmen Resmi Luncurkan Pelatihan Inklusif untuk Guru, Targetkan 1.500 Peserta di Tahun 2026
“Kota Banda Aceh adalah kota kolaborasi. Kami siap bersinergi dengan Badan Bahasa dan seluruh pihak untuk kemajuan Kota Banda Aceh, termasuk dalam penguatan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah,” ujarnya.
Badan Bahasa berharap dengan kolaborasi yang dijalin oleh beberapa pihak, mampu memperkuat peran Bahasa Indonesia dan daerah, serta memperkuat kemampuan literasi tiap peserta didik untuk menciptakan generasi emas.
Editor : Aditya Novrian