MALANG, RADAR MALANG - Frugal living atau gaya hidup hemat kini semakin banyak dilakukan oleh mahasiswa di Indonesia sebagai langkah strategis mengelola keuangan di tengah meningkatnya biaya hidup.
Baca Juga: Melek Finansial Sejak Dini: Bekal Pelajar yang Sering Terlewat
Pola hidup ini mendesak untuk diterapkan guna menjaga stabilitas finansial dan fokus akademik di tengah tekanan ekonomi global.
Respons Terhadap Kenaikan Biaya Hidup
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan pada kelompok pengeluaran makanan dan transportasi terus membayangi kota-kota pendidikan. Kondisi ini memaksa mahasiswa untuk lebih selektif dalam mengalokasikan uang saku agar tetap mencukupi kebutuhan pokok hingga akhir bulan.
Frugal living memprioritaskan nilai sebuah barang daripada gengsi. Mahasiswa mulai beralih dari budaya konsumtif ke arah pemanfaatan fasilitas kampus yang tersedia, seperti akses jurnal gratis dan koneksi internet publik.
Baca Juga: Hidup Mandiri Tapi Tetap Aman Finansial? Ini Hal yang Harus Dihindari Anak Kos!
Literasi Keuangan dan Karier di Masa Depan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menekankan pentingnya literasi finansial bagi generasi muda guna menghindari jeratan pinjaman daring yang bersifat konsumtif. Manajemen keuangan yang disiplin saat kuliah menjadi modal krusial bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja di masa depan.
Penerapan hidup hemat secara tidak langsung melatih mahasiswa menguasai keterampilan manajerial yang dibutuhkan oleh industri global mendatang.
Keseimbangan Melalui Slow Academic
Gaya hidup ini juga beririsan dengan gerakan Slow Academic yang memprioritaskan kesehatan mental dan kualitas belajar daripada sekadar mengejar status sosial. Dengan menekan pengeluaran yang tidak dibutuhkan, mahasiswa dapat mengurangi beban finansial yang sering kali menjadi pemicu stres dan burnout akademik.
Baca Juga: Penguatan Literasi Digital: Perisai Utama Pelajar Menghadapi Arus Informasi
Penerapan frugal living merupakan investasi jangka panjang bagi mahasiswa untuk membangun ketahanan finansial sejak dini. Kedisiplinan dalam mengatur skala prioritas hari ini akan memberikan kemandirian ekonomi serta kesiapan dalam menghadapi tantangan pasar kerja di masa depan.
Editor : Aditya Novrian