KEPANJEN, RADAR MALANG – Rangkaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD Kabupaten berakhir Kamis lalu (30/4). Bagi siswa yang berhalangan hadir atau terkendala dalam pelaksanaan TKA beberapa waktu lalu, dijadwalkan mengikuti TKA susulan. Dari total 27.437 siswa yang menjalani tes, sekitar 300 siswa diproyeksikan masuk daftar susulan. Jika tak ada aral, TKA SD-SMP dilaksanakan pada 11-17 Mei depan.
Untuk diketahui, pelaksanaan TKA SD digelar dua gelombang. Gelombang pertama digelar pada 20 April dan 22 April. Kemudian dilanjutkan gelombang kedua pada 22-23 April lalu. Baru gelombang ketiga pada 27-28 April serta gelombang terakhir 29-30 April.
“Sejauh ini berdasar pantauan, sebanyak 1.150 sekolah lancar selama pelaksanaan tes,” ujar staf Bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Wahyu Setio Hadi kemarin (1/5).
Rinciannya, 1.055 SD negeri dan 92 SD swasta. Lalu 1 SD Negeri dan 2 SD swasta melaksanakan TKA secara semi online. Total ada empat sekolah yang menumpang TKA. Yaitu 2 SD negeri yang menumpang untuk TKA online. Sisanya 2 SD swasta yang menumpang TKA semi online.
“Ratusan siswa yang ikut TKA susulan karena beberapa kendala,” lanjut Wahyu. Di antaranya sakit atau terkendala teknis. Sehingga peserta tidak bisa mengakses soal atau hadir untuk tes sesuai jadwal.
Pihaknya rutin melakukan monitoring dan evaluasi bersama Diksi Provinsi dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BB PMP). Secara umum, lanjutnya, seluruh sarana dan prasarana sudah mumpuni. Selain itu jadwal keseluruhan pelaksanaan TKA sudah sesuai juknis yang telah ditentukan kementerian.
Baca Juga: 112 SD di Kabupaten Malang Terapkan SPN, Perkuat Pendidikan Agama di Sekolah Negeri
Untuk diketahui, pelaksanaan TKA merupakan bagian dari evaluasi hasil belajar peserta didik yang mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Yaitu dalam rangka peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. TKA dirancang untuk mengukur capaian kompetensi akademik peserta didik, khususnya pada literasi dan numerasi sebagai dasar dalam pemetaan mutu pendidikan di satuan pendidikan.
“Untuk itu, pelaksanaan TKA tahun ini menjadi penting sebagai instrumen evaluasi yang lebih terarah terhadap hasil belajar individu peserta didik,” papar Wahyu.
Itu sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka dan tidak untuk menentukan kelulusan siswa. Tiap satuan pendidikan juga sudah lama menyiapkan muridnya untuk mengerjakan tes khusus kelas akhir itu.(aff/dan)
Editor : A. Nugroho