KABUPATEN, RADAR MALANG – Hanya sekitar 22 persen lulusan SMP dan MTs di Kabupaten Malang yang dapat tertampung di SMA/SMK negeri pada SPMB 2026, sehingga sekitar 31 ribu siswa harus mencari alternatif sekolah swasta. Keterbatasan daya tampung menjadi faktor utama di tengah meningkatnya jumlah lulusan setiap tahun.
Daya Tampung SMA/SMK Negeri di Kabupaten Malang
Total daya tampung SMA/SMK negeri di Kabupaten Malang tahun ini mencapai 9.204 kursi, meningkat dibanding tahun lalu yang sebesar 8.868 kursi.
Rinciannya, kuota SMA negeri (SMAN) sebanyak 4.680 kursi, naik sekitar 300 kursi dari tahun sebelumnya. Sementara itu, SMK negeri (SMKN) menyediakan 4.524 kursi, juga mengalami peningkatan dari sebelumnya 4.488 kursi.
Baca Juga: Persaingan SMA/SMK Negeri Makin Ketat, Lulusan SMP di Kabupaten Malang Tembus 41 Ribu Tahun Ini
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dwi Anggraeni menyebut kenaikan kuota dilakukan secara bertahap setiap tahun. Namun, jumlah tersebut masih belum mampu menyeimbangkan jumlah lulusan yang terus meningkat.
“Meski ada peningkatan kapasitas tiap tahun, jumlah sekolah negeri masih terbatas,” ujarnya.
Jumlah Lulusan Jauh Melebihi Kuota
Jumlah lulusan SMP dan MTs di Kabupaten Malang diproyeksikan mencapai sekitar 41 ribu siswa pada tahun ini.
Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 9.204 siswa yang dapat tertampung di sekolah negeri. Artinya, sebagian besar lulusan harus mencari sekolah alternatif di luar negeri, terutama sekolah swasta.
Baca Juga: Tahun Ini, Masa Pendaftaran SPMB di Kabupaten Malang Lebih Cepat
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Nurul Sri Utami, menjelaskan bahwa lulusan SMP saja sudah mencapai sekitar 29 ribu siswa, belum termasuk lulusan MTs.
“Persaingan cukup ketat karena banyak siswa memilih sekolah negeri favorit,” jelasnya.
Jadwal dan Jalur SPMB 2026
Pendaftaran SPMB SMA/SMK di Kabupaten Malang dibuka dalam empat tahap dengan jalur berbeda.
Tahap pertama jalur domisili berlangsung pada 11–15 Juni. Tahap kedua untuk jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi lomba dijadwalkan 17–23 Juni. Tahap ketiga jalur prestasi akademik khusus SMA pada 24–29 Juni, dan tahap keempat jalur prestasi akademik SMK pada 30 Juni hingga 4 Juli.
Dwi Anggraeni mengimbau calon peserta didik untuk menyiapkan berkas pendaftaran sejak dini agar tidak terkendala saat proses seleksi.
Sekolah Swasta Jadi Alternatif Utama
Sekolah swasta menjadi pilihan utama bagi puluhan ribu siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Kondisi ini membuat peran sekolah swasta semakin penting dalam menampung lulusan. Bahkan, sebagian orang tua sudah sejak awal memilih sekolah swasta unggulan sebagai alternatif pendidikan.
Baca Juga: SMA-SMA Negeri di Kota Malang Mulai Bentuk Panitia SPMB 2026
Kepala SMAN 1 Lawang, Syarifatur Rofiah, menyebut kuota di sekolahnya tetap 432 kursi, menyesuaikan kapasitas rombongan belajar.
“Maksimal 36 siswa per kelas sesuai ketentuan,” ujarnya.
Editor : Aditya Novrian