Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hanya 22 Persen Lulusan SMP Masuk Sekolah Negeri

Nahdiatul Affandiah • Selasa, 5 Mei 2026 | 14:31 WIB
Ilustrasi Lulusan SMP (freepik)
Ilustrasi Lulusan SMP (freepik)

Sebanyak 31 Ribu Siswa Harus Pilih SMA/SMK Swasta.

KOTA MALANG, RADAR MALANG – Tahapan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK mulai bergulir. Tahun ini, total daya tampung sekolah negeri di Kabupaten Malang mencapai 9.204 kursi. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang berada di angka 8.868 kursi. Rinciannya, kuota SMA negeri (SMAN) mencapai 4.680 kursi atau bertambah sekitar 300 kursi dari tahun sebelumnya yang hanya 4.380 siswa. Sementara itu, kuota SMK negeri (SMKN) juga mengalami kenaikan, dari 4.488 menjadi 4.524 kursi. Meski demikian, peningkatan tersebut belum mampu mengimbangi jumlah lulusan.

Tahun ini, lulusan SMP dan MTs di Kabupaten Malang diproyeksikan mencapai sekitar 41 ribu siswa. Dengan kondisi itu, hanya 22 persen dari jumlah lulusan SMP yang bisa tertampung di sekolah negeri.

Grafis SPMB SMA/SMK Negeri 2026 di Kabupaten Malang
Grafis SPMB SMA/SMK Negeri 2026 di Kabupaten Malang

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dwi Anggraeni mengatakan, keterbatasan jumlah sekolah menjadi salah satu faktor utama. ”Meski sudah ada peningkatan kapasitas (kuota kursi SMA/SMK negeri) tiap tahunnya, memang jumlah sekolahnya masih terbatas,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin. Menurutnya, penentuan kuota penerimaan siswa baru dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek. Mulai dari jumlah lulusan, ketersediaan ruang kelas, sarana prasarana, hingga tenaga pendidik.

Karena itu, ia mengimbau calon peserta didik untuk mempersiapkan berkas pendaftaran dengan baik. Persaingan masuk SMA/SMK negeri diperkirakan tetap tinggi. ”Pendaftaran tahun ini untuk SMA/SMK dibuka melalui empat tahap,” jelas Dwi.

Baca Juga: Persaingan SMA/SMK Negeri Makin Ketat, Lulusan SMP di Kabupaten Malang Tembus 41 Ribu Tahun Ini

Tahap pertama dibuka untuk jalur domisili pada 11–15 Juni. Tahap kedua untuk jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi lomba berlangsung pada 17–23 Juni. Selanjutnya tahap ketiga untuk jalur prestasi akademik khusus SMA pada 24–29 Juni. Terakhir, tahap keempat untuk jalur prestasi akademik SMK dijadwalkan pada 30 Juni hingga 4 Juli. Total Lulusan SMP/ MTs: ± 41.000 siswa daya Tampung Negeri: 9.204 kursi SMA: 4.680 kursi SMK: 4.524 kursi rasio Penerimaan Tertampung di negeri: 22 persen Tidak tertampung: 78 persen Di tingkat sekolah, kuota penerimaan relatif tidak berubah. Kepala SMAN 1 Lawang Syarifatur Rofiah menyebutkan, sekolahnya tetap membuka 432 kursi untuk siswa baru.

Jumlah tersebut dise suaikan dengan kapasitas rombongan belajar. ”Kalau dihitung sesuai rombongan belajar, maksimal 36 siswa per kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Nurul Sri Utami menyampaikan, jumlah lulusan SMP saja mencapai sekitar 29 ribu siswa, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Angka tersebut belum termasuk lulusan MTs. Dengan daya tampung yang terbatas, sebagian besar lulusan dipastikan harus mencari alternatif lain di luar sekolah negeri. ”Persaingan memang cukup ketat karena banyak siswa yang memilih sekolah negeri favorit,” kata Nurul.

Baca Juga: 70 Lulusan SMP Ajukan Nikah Dini

Kondisi tersebut membuat sekolah swasta tetap menjadi pilihan bagi banyak siswa. Bahkan, tidak sedikit orang tua yang sejak awal memilih sekolah swasta unggulan untuk anakanaknya. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#masuk sekolah negeri #SPMB #sma/smk #lulusan