BOGOR, RADAR MALANG - Kehadiran Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah dinilai sebagai solusi nyata dalam pembangunan SDM. Sekolah ini mengusung konsep yang memadukan tiga hal sekaligus: nilai-nilai keislaman, penguasaan sains dan teknologi, serta kesadaran ekologis.
Kemendikdasmen dalam sambutannya menekankan bahwa sistem pendidikan Indonesia wajib bergerak lebih cepat dan menjadi lebih relevan dengan dinamika zaman yang terus berubah. Peluang untuk tertinggal akan terbuka lebar jika tidak ada percepatan.
Menurutnya, pendidikan saat ini harus bersifat transformatif dan terintegrasi, yang di dalamnya menyatukan nilai-nilai keagamaan, penguasaan sains dan teknologi, serta kepedulian terhadap lingkungan.
"Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu. Ia adalah proses memanusiakan manusia, menumbuhkan fitrah, membangun karakter, dan memuliakan kehidupan," tegas Mendikdasmen saattt meresmikan Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah yang berlokasi di kawasan Rancamaya, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (3/5).
Dalam sambutannya, Menteri Mu'ti juga mengaitkan visi pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional dengan kondisi nyata yang mengkhawatirkan.
"Kalau kita tidak serius memperkuat STEM, kita akan tertinggal dalam kompetisi global. Ini bukan sekadar data, ini peringatan," imbuhnya. Menurutnya, persoalan ini harus segera direspons dengan langkah nyata, bukan sekadar wacana.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Abdul Mu'ti menyampaikan harapan besar terhadap sekolah yang baru diresmikan tersebut. Ia berdoa semoga Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah mampu menjadi pusat kelahiran generasi-generasi unggul di masa mendatang.
"Semoga dari sini lahir generasi pelajar yang melek STEM dan ekologi, yang mencerahkan kehidupan, menjaga lingkungan, hemat energi, mengelola sampah, dan melestarikan alam untuk masa depan yang lebih hijau," tutupnya.
Editor : Aditya Novrian