SINGOSARI, RADAR MALANG — KABUPATEN SMPI Almaarif 01 Singosari memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan cara berbeda. Pihak sekolah menggelar kegiatan edukatif berbasis lingkungan (Adiwiyata) yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mendorong siswa berkreasi dan menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak terlibat langsung dalam berbagai praktik pengolahan bahan sederhana menjadi produk bermanfaat. Di antaranya pembuatan bioplastik ramah lingkungan sebagai alternatif plastik konvensional, serta gantungan kunci dari tutup botol bekas yang diolah menjadi karya kreatif.
Baca Juga: SMP Muhammadiyah 08 Batu Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2025
Tak hanya itu, siswa juga belajar membuat kompos dari sisa makanan sebagai upaya mengurangi limbah organik. Inovasi lain yang ditampilkan meliputi pembuatan sabun dan lilin aromaterapi berbahan lidah buaya yang ramah lingkungan bernilai ekonomis. Lalu, membuat topeng dari kertas daur ulang menjadi salah satu karya yang menarik dan bernilai seni.
Kegiatan ini semakin berbobot dengan hadirnya pemateri dari Institut Pertanian Malang serta perwakilan Forum Kader Lingkungan Kabupaten Malang. Kehadiran mereka memberikan wawasan ilmiah sekaligus pengalaman praktis terkait pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk keseriusan dalam pengembangan program Adiwiyata, sekolah juga telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai pihak. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat program pendidikan lingkungan agar berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Baca Juga: Sekolah Adiwiyata yang Ramah Anak
Kepala sekolah SMPI Almaarif 01 Singosari, Evi Mauludiyah SPd MPd menegaskan, kegiatan ini merupakan implementasi pendidikan karakter berbasis lingkungan. “Kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil dan kreatif. Hardiknas tahun ini kami maknai dengan aksi nyata,” ujarnya. (gp)
Editor : A. Nugroho