MALANG, RADAR MALANG – Wacana penutupan program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri memicu respons dari kalangan perguruan tinggi. Universitas Islam Malang (Unisma) menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh semata-mata diukur dari kebutuhan pasar kerja, melainkan juga memiliki peran membentuk karakter dan masa depan manusia.
Rektor Unisma Prof Drs H Junaidi MPd PhD menilai penutupan prodi secara tergesa-gesa bukan langkah bijak. Menurutnya, setiap program studi perlu mendapat pembinaan dan pengembangan sebelum diambil keputusan ekstrem seperti penghentian operasional.
Baca Juga: Perjuangan UKM Global LC Unisma yang Mengajarkan Tujuh Bahasa Asing
Pendidikan Tinggi Tidak Bisa Hanya Ikuti Kebutuhan Industri
Prof Junaidi menegaskan bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab lebih luas dibanding sekadar memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri.
“Penutupan prodi tidak boleh dilakukan secara gegabah. Pembinaan dan pengembangan jauh lebih bijak dibandingkan penutupan sepihak,” ujarnya dikutip dari laman Instagram @unisma_malang
Ia menekankan bahwa orientasi pendidikan harus tetap menjaga nilai keilmuan jangka panjang, bukan hanya mengikuti tren industri yang bersifat fluktuatif.
“Pendidikan bukan hanya tentang industri, tetapi tentang masa depan manusia. Jika hanya mengikuti tren hari ini, kita bisa kehilangan esensi pengembangan keilmuan,” imbuhnya.
Baca Juga: Investasi Masa Depan, Cek 12 Program Studi Unisma yang Resmi Berpredikat Unggul
Prodi Keguruan Tetap Dinilai Relevan di Tengah Perubahan Zaman
Salah satu yang sering menjadi sorotan dalam isu relevansi adalah program studi keguruan. Namun Universitas Islam Malang (Unisma) menegaskan bahwa bidang pendidikan tetap memiliki peran vital.
Menurut pihak humas kampus, selama manusia masih membutuhkan pendidikan, maka profesi pendidik tetap relevan meski teknologi terus berkembang.
“Prodi keguruan tetap relevan karena selama masih ada manusia, pendidikan akan selalu dibutuhkan,” tegas dia.
Baca Juga: UNISMA Raih Hibah Riset Internasional KONEKSI, Dorong Inovasi Pendidikan Inklusif di Lombok Utara
Unisma Pilih Revitalisasi Kurikulum, Bukan Penutupan Prodi
Sebagai respons terhadap dinamika tersebut, Universitas Islam Malang (Unisma) memilih langkah revitalisasi kurikulum dibandingkan menutup program studi.
Strategi yang dijalankan meliputi integrasi teknologi digital dalam pembelajaran, penguatan kerja sama dengan dunia industri melalui konsep link and match, serta peningkatan soft skills mahasiswa agar lebih adaptif di dunia kerja.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga relevansi lulusan tanpa menghilangkan identitas keilmuan masing-masing prodi.
Editor : Aditya Novrian