MALANG KOTA, RADAR MALANG - Turunnya kuota jalur mandiri di Universitas Negeri Malang (UM) terjadi karena mereka memilih memaksimalkan kuota di jalur seleksi nasional. Baik SNBP maupun SNBT.
”Kalau dilihat tahun ini pembagian jatah kuotanya cukup merata di semua jalur,” ujar Direktur Pendidikan UM Prof Evi Eliyanah. Total ada 13.101 mahasiswa yang bakal diterima UM tahun ini.
Rinciannya, 4.001 maba dari jalur SNBP, 4.555 dari SNBT, dan 4.545 dari jalur mandiri. Biasanya, banyak mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang di jalur SNBP dan SNBT.
Untuk mengisi kekosongan itu, UM bakal memaksimalkan seleksi jalur mandiri. Tahun ini, mereka membuka seleksi mandiri dalam sembilan jalur. Saat ini, seluruh jalur mandiri sudah mulai dibuka, dengan pendaftaran terakhir pada 31 Juli mendatang.
Tiap jalur memiliki jadwal pendaftaran yang berbeda. Sebagai contoh untuk mandiri jalur prestasi, yang sudah dibuka sejak 1 April dan bakal ditutup pada 20 Mei mendatang. Sementara mandiri jalur kelas internasional dibuka 1 April dan ditutup pada 31 Juli.
Perbedaan jadwal seleksi itu bisa diketahui lebih detail lewat website Simaba UM. Sementara itu, untuk prodi yang paling banyak membuka kuota yakni S1 Psikologi. Tahun ini, mereka membuka kuota untuk 185 maba.
Disusul Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 177 kursi dan S1 Kesehatan Masyarakat sebanyak 175 kursi. Terkait penambahan prodi, UM memastikan tahun ini belum ada. Namun, mereka mulai menggodok tiga prodi baru dan segera mengajukan akreditasi pertamanya.
”Untuk rinciannya menunggu prodi tersebut terpenuhi, proyeksinya masih ada 10 prodi yang bisa dirilis tahun 2027 mendatang,” lanjut Evi.
Di tempat lain, jumlah kuota jalur mandiri di UIN Maliki Malang meningkat tahun ini. Dari kuota pada 2025 lalu sebanyak 1.680 kursi, meningkat jadi 1.393 pada tahun ini. UIN Maliki Malang memiliki tiga jalur yang disediakan untuk seleksi mandiri.
Yaitu Mandiri Prestasi, Mandiri Tes, dan Mandiri Non-Tes. Untuk jalur mandiri prestasi, harus dilakukan melalui seleksi wawancara prestasi meliputi hafalan Alquran, olahraga, hingga kesenian. Ada juga tes qiroatul kutub, hafalan hadits, hingga Olimpiade sains.
Sementara itu, di jalur mandiri dengan tes, calon maba diuji berdasar lima bagian. Mulai dari penalaran Matematika, penalaran skolastika, literasi bahasa, literasi ajaran Islam, dan baca tulis Alquran. Syaratnya calon mahasiswa merupakan lulusan SMA/SMK Sederajat dalam tiga tahun terakhir.
”Khusus Prodi Kedokteran dan Farmasi, calon mahasiswa harus menyertakan nilai UTBK,” ujar Kepala Bagian Akademik Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (AAKK) UIN Maliki Malang Imam Ahmad. Ketentuan itu berlaku untuk jalur mandiri non-tes.
Seleksinya melalui nilai rapor dan wawancara Baca Tulis Alquran. Nilai pendukung diambil dari nilai tes UTBK dan UM-PTKIN. Sejauh ini, jurusan yang paling banyak diminati di UIN Maliki Malang terbagi menjadi dua.
Yaitu jurusan di bidang kelimuan umum seperti jurusan Kedokteran, Farmasi, Psikologi, dan Manajemen. Sementara di bidang keilmuan keagamaan, yang jadi favorit yakni Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra