NUSA TENGGARA TIMUR, RADAR MALANG - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 576 sekolah berhasil dituntaskan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan 9.019 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai jenjang pendidikan di provinsi tersebut. Total anggaran yang digelontorkan untuk program revitalisasi di NTT pada 2025 mencapai lebih dari Rp589 miliar.
Baca Juga: Doa dan Harapan untuk Pendidikan Indonesia dari NTT di Tengah Revitalisasi TK Kristen Kupang
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan rincian sekolah penerima revitalisasi. Capaian tersebut meliputi 43 PAUD, 234 SD, 174 SMP, 64 SMA, 44 SMK, 9 SLB, dan 8 PKBM.
"Selain membangun dan merenovasi gedung sekolah, kami juga mendistribusikan 9.019 IFP guna mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi di NTT yang mencakup 907 PAUD, 5.244 SD, 1.870 SMP, 609 SMA, 306 SMK, 49 SLB, 16 SKB, dan 18 PKBM," ungkap Abdul Mu’ti saat meresmikan revitalisasi di SMAN 9 Kupang, Selasa (5/5).
Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa capaian program ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Presiden menargetkan bahwa pada tahun 2028, seluruh sekolah di Indonesia sudah mendapatkan revitalisasi.
Baca Juga: Digitalisasi Pembelajaran di NTT Membuahkan Hasil, Nilai Murid Melonjak Berkat IFP dan Starlink
Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus mengembangkan pendidikan berbasis tiga pilar utama. Ketiga pilar tersebut meliputi kualitas akademik, pembentukan karakter, dan penguatan kewirausahaan.
"Saya berharap dengan kokohnya infrastruktur yang sudah ada, lulusan dan murid NTT tidak hanya pandai secara akademik, namun juga memiliki karakter dan kreativitas guna membangun NTT menjadi lebih baik," terangnya.
Editor : Aditya Novrian