MALANG, RADAR MALANG – Efek Dunning-Kruger adalah fenomena psikologis ketika seseorang dengan kemampuan terbatas justru merasa paling kompeten. Hal tersebut dapat memengaruhi pengambilan keputusan di bidang dunia kerja hingga kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Lima Pendaftar Dewan Pendidikan Kota Malang Gugur Seleksi Administrasi, Berikut Jumlah yang Lolos
Fenomena ini pertama kali dirumuskan oleh psikolog David Dunning dan Justin Kruger dari Cornell University pada 1999 berdasarkan eksperimen sistematis tentang kompetensi dan kesadaran diri.
Mengapa ini terjadi?
Hal ini terjadi ketika seseorang tidak menyadari bahwa dibutuhkan pengetahuan yang memadai terlebih dahulu untuk menyadari bahwa seseorang tidak tahu sesuatu. Orang yang baru memulai belum memiliki alat ukur untuk menilai seberapa luas hal yang belum mereka kuasai.
Dunning dan Kruger menyebut ini sebagai double burden, yakni ketika ketidakmampuan seseorang bukan hanya menghasilkan keputusan yang buruk, tetapi juga mencegahnya menyadari bahwa keputusan itu buruk.
Baca Juga: Dari Penjara, Belasan Napi di Malang Jadi Petani
Empat tahap yang terukur
Penelitian Dunning dan Kruger menggambarkan empat tahap perkembangan kompetensi. Pertama adalah puncak keyakinan buta, yakni saat individu baru mengenal suatu bidang, tetapi merasa sudah menguasainya sepenuhnya.
Kedua adalah lembah keputusasaan setelah individu belajar lebih dalam, ia menyadari betapa luasnya hal yang belum diketahui, sehingga kepercayaan diri menurun.
Ketiga adalah lereng pencerahan. Hal itu terjadi ketika pemahaman mulai terbentuk dan keyakinan diri kembali tumbuh secara realistis.
Keempat, plateau kebijaksanaan. Para ahli sejati memiliki kepercayaan diri yang stabil sekaligus kesadaran akan batas kemampuan mereka.
Baca Juga: Jadi Pertimbangan di Jalur Akademik SPMB, Porsi Nilai TKA Dianggap Terlalu Tinggi
Berlaku dua arah
Efek tersebut tidak hanya berlaku bagi pemula. Orang yang sangat kompeten justru sering meremehkan kemampuan mereka sendiri karena menganggap hal yang dikuasainya mudah bagi semua orang. Kondisi itu dikenal sebagai impostor syndrome, yakni sisi lain dari spektrum yang sama.
Memahami efek Dunning-Kruger membantu seseorang mengenali posisinya dalam proses belajar. Kesadaran ini merupakan langkah pertama menuju penilaian diri yang lebih akurat dan keputusan yang lebih baik.
Editor : Aditya Novrian