Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

116 Siswa di Kabupaten Malang Terhalang Masuk SMP Negeri

Nahdiatul Affandiah • Minggu, 10 Mei 2026 | 13:57 WIB

 

Ilustrasi SPMB (Google)
Ilustrasi SPMB (Google)

 

KEPANJEN – Dari estimasi 38 ribu lulusan SD tahun ini, 116 siswa di antaranya tidak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Padahal dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini, TKA menjadi salah satu syarat agar lolos SMP negeri untuk jalur prestasi akademik. Bahkan komposisinya lebih tinggi dibanding nilai rapor. Dengan kata lain, siswa yang tidak mengikuti TKA terhalang masuk sekolah negeri.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang mengungkap, puluhan ribu lulusan SD tersebut berasal 1.139 sekolah. Sementara pagu yang disiapkan diperkirakan hanya 34 ribu kursi. Namun angka tersebut masih belum final. Sebab, disdik masih melakukan pendataan.

“Kami masih terus memperbarui data sampai SPMB dibuka,” ujar anggota bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Wahyu Mustiko Hadi kemarin.

Dia mengatakan, jadwalnya pengambilan PIN baru dimulai pada 28 Mei depan. Setelah itu, siswa yang sudah mengambil PIN bisa mendaftar SPMB.

Dia mengatakan, persaingan masuk SMP/MTs negeri tahun ini diperkirakan akan lebih sulit. Setidaknya dibanding tahun lalu. Sebab ada proporsi nilai TKA pada SPMB SMP. TKA itu menjadi pendamping jalur prestasi akademik.

Dari puluhan ribu siswa SD yang bakal lulus tersebut, dia mengatakan, 116 siswa yang tak ikut TKA.

”Kalau memutuskan tidak ikut TKA, artinya kesempatan masuk SMP negeri jalur prestasi akademik gugur,” lanjut Bambang.

Dia lantas mengungkap alasan ratusan siswa tak ikut TKA. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, siswa tak ikut TKA biasanya karena sudah diterima di sekolah impian. Seperti sekolah Islam swasta, bahkan masuk pesantren.

Terpisah, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Nurul Sri Utami menjelaskan proporsi penentuan dalam SPMB tahun ini. Untuk nilai rapor memiliki kekuatan 25 persen, sementara selebihnya 75 persen menggunakan nilai TKA sebagai pertimbangan jalur prestasi akademik.

“Proporsi gabungan nilai rapor dan TKA itu untuk menghindari potensi manipulasi nilai rapor,” kata Nurul.

Saat ini pihaknya mengumpulkan data terkait kuota siswa SMP negeri yang bakal dibuka. Yaitu dengan mencocokkan jumlah siswa yang keluar dengan jumlah siswa yang masuk. Di samping itu, pihaknya juga mempertimbangkan ketersediaan ruang, alat pendidikan, hingga tenaga pengajar.(aff/dan)

Editor : Mahmudan
#Kabupaten Malang #Pendidikan Malang