MALANG, RADAR MALANG – Pelajar kini perlahan mulai meninggalkan buku konvensional dan bergeser ke podcast serta video edukasi sebagai sumber belajar mandiri mereka. Tren belajar mandiri ini semakin berkembang seiring meningkatnya konsumsi konten digital.
Podcast edukatif dan video pembelajaran di platform media sosial, seperti YouTube, Spotify, dan berbagai aplikasi e-learning, menjadi pilihan utama untuk menambah pengetahuan di luar kelas.
Baca Juga: Teknologi dalam Pendidikan: Dampaknya pada Hasil Belajar Siswa
Berbeda dengan metode belajar konvensional, podcast memungkinkan pengguna menyerap materi sambil melakukan aktivitas lainnya, seperti saat berolahraga, membersihkan kamar atau mengerjakan tugas ringan.
Sementara itu, video edukasi memberikan pengalaman visual yang mempermudah pemahaman konsep kompleks, terutama di bidang sains, matematika, dan teknologi.
Belajar mandiri menggunakan podcast dan video juga sejalan dengan prinsip belajar modern yang lebih personal. Pelajar dapat mengatur kecepatan video atau mengulang bagian podcast tertentu yang belum dipahami tanpa merasa tertekan oleh durasi kelas formal.
Baca Juga: Berhenti Menghafal: Sains Ungkap Cara Belajar Efektif Tanpa Lelah
Para ahli pendidikan menyebut pendekatan itu sebagai bentuk pembelajaran asinkron yang efektif, asalkan dilakukan secara aktif dan terstruktur. Pelajar disarankan membuat catatan, memilih sumber terpercaya, dan tidak bergantung pada satu platform saja.
Kombinasi podcast untuk pemahaman konseptual dan video untuk visualisasi dinilai dapat memperkuat daya serap materi secara signifikan.
Dengan semakin banyaknya kreator konten edukatif berbahasa Indonesia, hambatan bahasa pun perlahan berkurang. Akses informasi yang semakin terbuka menjadikan podcast dan video edukasi sebagai instrumen dalam membangun kemandirian akademik di era digital.