Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

1.478 Pelajar SD dan SMP di Kota Malang Ikuti TKA Susulan sampai 17 Mei Nanti

Nahdiatul Affandiah • Selasa, 12 Mei 2026 | 19:23 WIB
SAMPAI 17 MEI: Sejumlah pelajar di SMPN 4 Malang menjalani TKA pada April lalu. TKA Susulan digelar mulai kemarin (11/5). (SMPN 4 FOR RADAR MALANG)
SAMPAI 17 MEI: Sejumlah pelajar di SMPN 4 Malang menjalani TKA pada April lalu. TKA Susulan digelar mulai kemarin (11/5). (SMPN 4 FOR RADAR MALANG)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Rangkaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) sudah berakhir pada 30 April lalu. Total ada 22 ribu pelajar menjalani tes khusus kelas VI SD dan IX SMP itu. Meski cukup banyak, masih ada pelajar yang harus mengikuti TKA susulan. 

Totalnya ada 1.478 pelajar. Rinciannya, ada 238 pelajar yang ikut TKA susulan jenjang SD. Yaitu 110 siswa ikut susulan TKA Matematika. Lalu ada 10 orang yang ikut susulan TKA Bahasa Indonesia. Sisanya ada 103 siswa ikut TKA survei karakter dan 15 murid ikut TKA survei lingkungan belajar (sulingjar).

”Untuk jenjang SMP ada 1.240 siswa yang ikut susulan, paling banyak TKA Matematika sebanyak 733 siswa,” ujar Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Ifa Rosita.

Lalu ada 21 siswa yang ikut susulan TKA Bahasa Indonesia. Sisanya ada 293 siswa ikut susulan TKA survei karakter dan 193 murid ikut susulan TKA sulingjar.

Selama mengerjakan TKA, para pelajar hanya mengerjakan soal-soal mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, serta dua survei yang dibagi untuk empat gelombang.

Namun siswa yang ikut susulan sering terkendala keterlambatan token atau koneksi. Untuk itu, mereka melakukan tes lagi mulai kemarin (11/5) dan bergiliran hingga 17 Mei mendatang. 

”Siswa yang ikut TKA susulan juga wajib mengulang jawaban soal dari nol,” lanjut Ifa. Meski pada tes sebelumnya para siswa sempat mengerjakan beberapa soal, nilai itu dinyatakan hangus dan peserta harus melakukan TKA susulan melalui sejumlah penyesuaian soal.

Sementara ribuan siswa yang ikut susulan itu disebabkan karena beberapa kendala. Seperti sakit, berhalangan hadir, atau terkendala teknis dari sekolah maupun pusat TKA. Untuk itu peserta tidak bisa mengakses soal atau hadir saat tes sesuai jadwal.

Disdikbud Kota Malang juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan. Secara umum, seluruh sarana dan prasarana sudah mumpuni. Meski pada praktiknya masih ada yang terkendala perangkat atau jaringan.

Di tempat lain, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Blimbing Priyohadi menuturkan, TKA merupakan bagian dari upaya evaluasi hasil belajar peserta didik yang mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). 

Yaitu dalam rangka peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. TKA dirancang untuk mengukur capaian kompetensi akademik peserta didik, khususnya pada literasi dan numerasi sebagai dasar dalam pemetaan mutu pendidikan di satuan pendidikan. 

”Untuk itu pelaksanaan TKA tahun ini menjadi penting sebagai instrumen evaluasi yang lebih terarah terhadap hasil belajar individu peserta didik,” papar Priyo. Itu sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka dan tidak untuk menentukan kelulusan siswa.

Tiap satuan pendidikan juga sudah lama menyiapkan muridnya untuk mengerjakan tes khusus kelas akhir itu. Meski ada kendala, penjadwalan TKA susulan bisa menjawab keresahan siswa yang tidak bisa mengerjakan soal di hari H pelaksanaan. (aff/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#TKA Kota Malang #TKA SD #TKA SMP #malang hari ini #disdikbud kota malang