JAKARTA, RADAR MALANG - Melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, pemerintah telah membangun dan merenovasi 1.008 ruang praktik siswa (RPS). Langkah ini diambil untuk mendukung transformasi SMK agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Baca Juga: Kemendikdasmen Akselerasi BSAN di Jatim, 117 Peserta dari 38 Kabupaten/Kota Ikuti Pendampingan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peningkatan mutu pendidikan vokasi yang dipandang sebagai pilar strategis dalam menyiapkan SDM yang kompeten.
Revitalisasi Tak Sekadar Membangun Ruangan
Dalam acara Bincang Santai Media yang digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (12/5), Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik ruangan.
Program ini juga bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang mendorong transformasi pembelajaran. Lingkungan belajar yang nyaman dan aman menjadi faktor penting agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Guru Non-ASN Tak Di-PHK, Melalui Skema Redistribusi
Masih 60 Persen SMK Belum Miliki Ruang Praktik Memadai
Menurut Dirjen Tatang, selain masalah keterbatasan daya tampung, masih banyak SMK yang belum memiliki RPS yang memadai.
Dua pendekatan pembelajaran yang menjadi kekhasan SMK adalah project based learning (PBL) atau pembelajaran berbasis proyek, serta pembelajaran berbasis industri (teaching factory). Keduanya membutuhkan ruang praktik yang memadai agar dapat berjalan dengan baik.
Capaian Revitalisasi Sepanjang 2025
Selama tahun 2025, Kemendikdasmen telah merevitalisasi 1.465 SMK di seluruh Indonesia. Total sarana dan prasarana yang telah dibangun mencapai 7.586 unit.
Fasilitas yang direvitalisasi meliputi berbagai jenis, mulai dari ruang kelas, ruang praktik siswa, perpustakaan, hingga sarana prasarana pendukung lainnya seperti toilet dan ruang guru. Semua ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.
Editor : Aditya Novrian