Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Vokasi UB Perkuat Kompetensi Cyber Security, Gandeng Industri dan 2 Kampus Rusia

A. Nugroho • Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:53 WIB
KOMPETEN: (dari kiri ke kanan) Dr Aan Eko Widiarto, M Kholid Mawardi Phd, Svetson Pavel, Prof Dr Unti Ludigdo, Alexander Udanov, dan Alenne.
KOMPETEN: (dari kiri ke kanan) Dr Aan Eko Widiarto, M Kholid Mawardi Phd, Svetson Pavel, Prof Dr Unti Ludigdo, Alexander Udanov, dan Alenne.

MALANG, RADAR MALANG – Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (FV UB) terus berupaya meningkatkan kompetensi di bidang cyber security atau keamanan siber. Upaya tersebut dilakukan melalui inisiasi kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi Rusia, Positive Technologies, serta dua perguruan tinggi ternama, yakni Rudn University dan Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT) pada Kamis lalu (15/5).

Delegasi UB terdiri dari Dekan FV UB Mukhammad Kholid Mawardi PhD, Wakil Rektor V UB Prof Dr Unti Ludigdo, dan Dekan Fakultas Hukum Dr Aan Eko Widiarto. Dalam agenda itu, delegasi UB bertemu Alexander Udalov selaku Director of International Channels and Education Programs Positive Technologies.

Kholid mengatakan, FV UB juga berencana mengundang profesor dari Rusia untuk mengajar sekaligus mendampingi pengembangan kurikulum cyber security di lingkungan vokasi. “Cyber security atau kemanan siber merupakan bidang ilmu masa depan yang tidak hanya diperlukan di dunia industri tetapi juga merupakan kajian yang terus berkembang di dunia,” tambahnya.

Dalam pertemuan di Rudn University, delegasi UB berdiskusi dengan jajaran pimpinan kampus, mulai dari wakil rektor bidang akademik, dekan fakultas artificial intelligence hingga ketua departemen information security. Salah satu pembahasan utama adalah pengembangan program 3 in 1 di bidang keamanan siber.

Program tersebut merupakan skema pembelajaran kolaboratif yang dikembangkan UB dengan melibatkan dosen internal, akademisi luar negeri, serta praktisi industri dalam satu mata kuliah. “Melalui program 3 in 1, mahasiswa akan mendapatkan perspektif akademik sekaligus pengalaman praktis langsung dari industri internasional,” ujarnya.

Sementara itu, saat berkunjung ke Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT), delegasi UB diterima langsung Rektor MIPT Dmitry Livanov yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Teknologi Rusia periode 2012–2016. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama lebih luas, mulai dari pertukaran dosen, peneliti, hingga mahasiswa. “MIPT juga menawarkan sejumlah skema beasiswa bagi mahasiswa Indonesia jenjang sarjana maupun magister untuk melanjutkan studi di Rusia,“ jelas Kholid.


Dalam kesempatan ini, delegasi UB juga menghadiri Kazan Forum dan bertemu Deputy Head of Rossotrudnichestivo Kementerian Luar Negeri Rusia, Shevtson Pavel. Dalam kesempatan tersebut, Pavel mengapresiasi langkah UB yang aktif membangun kolaborasi internasional.


Dia mengungkapkan, Pemerintah Rusia dan Indonesia merupakan partner strategis di wilayah Asia.

Menurut Pavel, momentum tersebut perlu ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia. Dia menambahkan perhatian Rusia terhadap Indonesia juga diwujudkan melalui penyediaan berbagai program beasiswa S1 dan S2 bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di Rusia. (*)

Editor : A. Nugroho
#keamanan siber #Vokasi #UB #Rusia