Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Menggandeng Faculty of Artificial Intelligence UTM, Kuatkan Kapasitas Digital serta Etika Akademik dan Profesional

A. Nugroho • Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:31 WIB
KOLABORASI: Mahasiswa asing di FIA UB penerima Brawijaya International Student Scholarship (BISS) bersama pembicara dan pengelola Program Studi Administrasi Pendidikan FIA UB.
KOLABORASI: Mahasiswa asing di FIA UB penerima Brawijaya International Student Scholarship (BISS) bersama pembicara dan pengelola Program Studi Administrasi Pendidikan FIA UB.

 

MALANG, RADAR MALANG - Program Studi S-1 Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya (FIA UB),  menyelenggarakan agenda penguatan kapasitas digital, Sabtu lalu (9/5).

Bertajuk "AI Done Right: Ethical Use and Powerful Slide Creation with Generative AI", kegiatan ini digelar di Ruang Rapat B.2.1, Gedung B FIA UB.

Kegiatan ini menghadirkan pakar internasional, Shazwin Mat Taib, Ph.D. seorang senior lecturer dari Faculty of Artificial Intelligence, Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Hal ini dilakukan sebagai upaya strategis program studi S-1 Administrasi Pendidikan dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam diskursus akademik dan profesional tanpa mengesampingkan nilai-nilai etika.

Workshop yang diikuti juga oleh seluruh mahasiswa asing FIA UB yang merupakan penerima Brawijaya International Student Scholarship (BISS) ini diawali dengan sesi fact-checking kolaboratif untuk memetakan maturitas penggunaan Generative AI di kalangan akademisi. 

Fokus utama dari kegiatan ini adalah transformasi data mentah menjadi presentasi yang persuasif dan unggul, dengan tetap menjaga standar perlindungan data (data protection) yang ketat. Modul pembelajaran disusun secara komprehensif, mencakup: (1) Etis, yang meliputi regulasi Do & Don’t dalam penggunaan AI yang bertanggung jawab; (2) Instrumentasi Teknologi, yaitu eksplorasi alat gratis (free tools) hingga penggunaan perangkat berbayar (subscribed tools) untuk hasil yang lebih presisi; dan (3) Refleksi Akademik, diskusi interaktif mengenai dampak AI terhadap Integritas Intelektual.

SINERGI: Pemberian cenderama mata dari Ketua International Relation Office FIA UB kepada pembicara
SINERGI: Pemberian cenderama mata dari Ketua International Relation Office FIA UB kepada pembicara

 


Dalam kegiatan inti, Dr. Shazwin menekankan bahwa kualitas output AI berbanding lurus dengan kualitas input yang diberikan.

Peserta dibekali dengan tiga pilar utama keberhasilan penggunaan AI dalam akademik. Yaitu Strategic Prompting (High Impact), dimana deserta diarahkan untuk mengadopsi peran sebagai ahli, memberikan konteks yang konkret, dan fokus pada elemen visual.

Salah satu teknik kunci adalah mengonversi data teknis menjadi narasi visual yang resonan bagi pemangku kepentingan.

Selanjutnya materi AI Ethics & Risk Control, yaitu implementasi protokol kontrol risiko yang mencatat spesifikasi mesin AI, dokumentasi prompt, serta pengelolaan histori data (written vs. deleted).

Terakhir adalah terkait the human element (final checklist) yang menempatkan manusia sebagai validator utama untu memitigasi halusinasi AI dengan cross-check terhadap data faktual dan rekam jejak proyek. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari overclaiming melalui verifikasi indikator kinerja utama (KPI), serta menjaga originalitas dengan menempatkan detail teknis unik sebagai inti narasi.

Sebagai bentuk kewaspadaan institusional, workshop ini menggarisbawahi dua limitasi kritis terkait keamanan data, yaitu larangan keras terhadap pengunggahan detail proyek secara utuh guna menghindari hilangnya hak kekayaan intelektual (IP Ownership), serta content dumping yaitu larangan terhadap penggunaan data mentah yang tidak terfilter dan estetika desain yang tidak boleh mengesampingkan bukti-bukti empiris yang otentik.


Workshop ini ditutup dengan sesi narasi struktur presentasi yang mencakup elemen Hook, Status, Metrics, dan Outcomes.

Melalui kegiatan ini, Prodi S-1 Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya menegaskan komitmennya untuk mencetak akademisi yang tidak hanya fasih secara digital, tetapi juga teguh dalam menjaga marwah etika di era disrupsi kecerdasan buatan.

Sekretaris Prodi Administrasi Pendidikan, Dr. Abd. Qadir Muslim S.Pd.I., M.Pd., mengatakan kuliah tamu dosen asing merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan prodi untuk internasionalisasi. "Target tahun ini ada lima dosen asing yang akan memberikan kuliah di prodi ini," ujarnya. (*)

Editor : A. Nugroho
#administrasi pendidikan #UTM #universitas brawijaya #UB #fia ub