Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Konten Serba Cepat Dinilai Pengaruhi Fokus Belajar Generasi Z

Salshabila Abidah Ardelia • Sabtu, 16 Mei 2026 | 22:04 WIB
Short Attention Span Jadi Tantangan Baru Pelajar dan Mahasiswa.
Short Attention Span Jadi Tantangan Baru Pelajar dan Mahasiswa.

MALANG, RADAR MALANG - Fenomena short attention span atau rentang perhatian pendek mulai menjadi perhatian di kalangan pelajar dan mahasiswa. Kebiasaan mengakses konten digital berdurasi singkat melalui media sosial dinilai memengaruhi kemampuan fokus generasi muda saat belajar maupun mengikuti pembelajaran di kelas.

Konten Singkat dan Perubahan Pola Fokus

Platform media sosial seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts menghadirkan konten cepat dengan durasi singkat yang terus berganti dalam hitungan detik. Kondisi tersebut dinilai membentuk kebiasaan konsumsi informasi secara instan di kalangan generasi muda.

Penelitian lainnya menemukan bahwa mahasiswa yang menggunakan TikTok lebih dari dua jam sehari mengalami gangguan konsentrasi belajar hingga 40 persen dari total waktu belajarnya. Studi itu juga mengidentifikasi bahwa dibutuhkan 15–30 menit untuk memulihkan fokus setelah selesai menggunakan platform tersebut.

Sulit Fokus saat Belajar

Sejumlah mahasiswa mengaku lebih mudah terdistraksi saat belajar karena terbiasa berpindah dari satu konten ke konten lain dalam waktu cepat. Konsumen video pendek tercatat 2,5 kali lebih mungkin meninggalkan konten edukatif berdurasi panjang di tengah jalan.

Studi lain mengenai short-form video menemukan bahwa konsumsi video singkat sebelum belajar dapat memengaruhi perhatian dan proses memahami materi.

Tantangan Baru Dunia Pendidikan

Meski demikian, penggunaan media digital tidak sepenuhnya berdampak negatif. Konten singkat juga dinilai membantu pelajar memperoleh informasi secara cepat dan praktis apabila digunakan secara bijak.

Gen Z dinilai bukan tak mampu fokus, tetapi telah terlatih mengevaluasi konten secara sangat cepat dan cenderung kehilangan kesabaran terhadap konten yang dianggap tidak bernilai.

Pengamat pendidikan menilai tantangan utama saat ini bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan bagaimana pelajar dan mahasiswa mampu mengatur waktu penggunaan media sosial agar tidak mengganggu konsentrasi belajar dan aktivitas akademik sehari-hari.

Editor : Aditya Novrian
#short attention span #konten serba cepat #tantangan baru dunia pendidikan #Digitalisasi