Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Demi Tingkatkan Keamanan Siber, Vokasi UB Malang Gandeng Perusahaan Rusia

Mahmudan • Minggu, 17 Mei 2026 | 12:34 WIB

 

KERJA SAMA INTERNASIONAL: Dari kiri, Dr Aan Eko Widiarto, M. Kholid Mawardi PhD, Svetson Pavel, Prof Dr Unti Ludigdo, Alexander Udanov, dan Alenne di Moscow, Rusia pada Kamis lalu (14/5).
KERJA SAMA INTERNASIONAL: Dari kiri, Dr Aan Eko Widiarto, M. Kholid Mawardi PhD, Svetson Pavel, Prof Dr Unti Ludigdo, Alexander Udanov, dan Alenne di Moscow, Rusia pada Kamis lalu (14/5).

 

MALANG – Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (FV UB) terus meningkatkan kompetensi di bidang cyber security atau keamanan siber. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng perusahaan teknologi Rusia, Positive Technologies, serta dua perguruan tinggi ternama. Masing-masing adalah Rudn University dan Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT).

Kamis lalu (14/5), rombongan UB mengunjungi Rusia. Delegasi UB terdiri atas Dekan FV UB Mukhammad Kholid Mawardi PhD, Wakil Rektor V UB Prof Dr Unti Ludigdo, dan Dekan Fakultas Hukum UB Dr Aan Eko Widiarto. Dalam agenda yang berlangsung hingga besok (18/5), mereka dijadwalkan bertemu Alexander Udalov selaku Director of International Channels and Education Programs Positive Technologies.

Kholid mengatakan, FV UB juga berencana mengundang profesor dari Rusia. Fokusnya untuk mengajar sekaligus mendampingi pengembangan kurikulum cyber security di lingkungan vokasi.

Cyber security merupakan bidang ilmu masa depan yang tidak hanya diperlukan di dunia industri. Tetapi juga merupakan kajian yang terus berkembang di dunia,” ujar Kholid kemarin.

Dalam pertemuan di Rudn University, delegasi UB berdiskusi dengan pimpinan kampus. Mulai wakil rektor bidang akademik, dekan fakultas artificial intelligence hingga ketua departemen information security. Salah satu pembahasan utama adalah pengembangan program 3 in 1 di bidang keamanan siber.

Program tersebut merupakan skema pembelajaran kolaboratif yang dikembangkan UB dengan melibatkan dosen internal, akademisi luar negeri, serta praktisi industri.

“Melalui program 3 in 1, mahasiswa akan mendapatkan perspektif akademik sekaligus pengalaman praktis langsung dari industri internasional,” kata dia.

Sementara saat berkunjung ke Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT), delegasi UB diterima Rektor MIPT Dmitry Livanov yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Teknologi Rusia periode 2012–2016. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama lebih luas. Mulai pertukaran dosen, peneliti, hingga mahasiswa.

“MIPT juga menawarkan sejumlah skema beasiswa bagi mahasiswa Indonesia jenjang sarjana maupun magister untuk melanjutkan studi di Rusia,“ ucap dia.

Dalam kesempatan ini, delegasi UB juga menghadiri Kazan Forum dan bertemu Deputy Head of Rossotrudnichestivo Kementerian Luar Negeri Rusia, Shevtson Pavel. Pavel mengapresiasi langkah UB yang aktif membangun kolaborasi internasional.

Dia mengungkapkan, Pemerintah Rusia dan Indonesia merupakan partner strategis di wilayah Asia. Menurut Pavel, momentum tersebut perlu ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dia menambahkan perhatian Rusia terhadap Indonesia juga diwujudkan melalui penyediaan berbagai program beasiswa S1 dan S2 bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di Rusia.(zal/dan)

Editor : Mahmudan
#malang hari ini #universitas brawijaya #Pendidikan Malang